6 Kalurahan Gunungkidul Dapat SPAM, Anggaran Capai Rp1,15 Miliar
Enam kalurahan di Gunungkidul mendapat pembangunan SPAM dengan anggaran Rp1,159 miliar untuk menambah 215 sambungan rumah.
Ilustrasi investasi - Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Investasi di Piyungan, Kabupaten Bantul menunjukkan perkembangan yang tidak seimbang. Kawasan Peruntukan Industri (KPI) Piyungan tumbuh sesuai rencana dan berhasil menarik sejumlah perusahaan, sementara Kawasan Industri (KI) Piyungan masih tertahan dengan hanya satu pabrik yang beroperasi hingga Jumat (30/1/2026). Kondisi ini menampilkan dua wajah berbeda dalam satu wilayah pengembangan industri.
Kepala Bidang Perindustrian DKUKMPP Bantul, Tunik Wusri Arliani, menegaskan perbedaan mendasar antara KPI dan KI yang kerap disalahpahami publik. KPI merupakan kawasan yang ditetapkan dalam rencana tata ruang wilayah (RTRW) sebagai area peruntukan industri, sedangkan KI adalah kawasan industri yang berada di dalam KPI dan dikelola oleh satu badan pengelola tertentu.
“KI itu bagian dari KPI. Kalau KI pasti ada pengelolanya, bisa PT atau badan usaha lain. Sementara KPI itu penetapan lokasinya saja sebagai kawasan industri,” ujar Tunik, Jumat (30/1/2026).
Di Bantul, pemerintah daerah menetapkan dua Kawasan Peruntukan Industri, yakni KPI Piyungan dan KPI Sedayu–Pajangan. Khusus KPI Piyungan, luasnya mencapai sekitar 335 hektare yang terbagi dalam lima zona kawasan dan tersebar di wilayah Desa Srimulyo serta Sitimulyo.
Menurut Tunik, perkembangan KPI Piyungan tergolong positif. Hingga saat ini, terdapat lima perusahaan yang telah beroperasi di dalam kawasan KPI tersebut, dengan konsentrasi investasi paling banyak berada di wilayah Sitimulyo. Masuknya investor dinilai berjalan sesuai dengan perencanaan pemerintah daerah dalam mendorong investasi Piyungan.
“Untuk KPI Piyungan, progresnya cukup bagus. Sudah ada lima perusahaan yang beroperasi,” katanya.
Berbanding terbalik dengan KPI, Kawasan Industri (KI) Piyungan yang berada di Srimulyo masih menunjukkan perkembangan terbatas. KI tersebut dikelola oleh PT Yogyakarta Isti Parama (YIP). Namun hingga kini, baru satu tenant, yakni PT IGP, yang beroperasi dengan penguasaan lahan sekitar 85 hektare.
“Untuk KI memang baru ada satu tenant sampai sekarang. Progresnya sangat bergantung pada pengelola kawasan industri itu sendiri, bagaimana menarik investor,” jelas Tunik.
Ke depan, arah pengembangan investasi Piyungan melalui KPI tidak lagi difokuskan pada industri manufaktur berat, melainkan beralih ke sektor industri kreatif dan ekonomi kreatif yang dinilai lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Strategi ini diharapkan dapat memperluas daya tarik investasi Piyungan sekaligus menyesuaikan karakter kawasan dengan kebutuhan industri masa depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Enam kalurahan di Gunungkidul mendapat pembangunan SPAM dengan anggaran Rp1,159 miliar untuk menambah 215 sambungan rumah.
Hujan meteor Perseid masih dapat disaksikan dari Indonesia pada 13-14 Agustus 2026. Simak waktu terbaik, cara mengamati, dan lokasi ideal untuk melihat meteor.
Menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, Kimaya Sudirman Yogyakarta menghadirkan dua program spesial sepanjang Agustus 2026
Media Jepang menyoroti fenomena ratusan WNI yang menggunakan nama karakter anime seperti Naruto, Uzumaki, Nobita, hingga Sasuke berdasarkan data Dukcapil Semest
Korban tewas gempa magnitudo 7,4 di Kolombia bertambah menjadi 265 orang. Sebanyak 3.494 warga terluka dan 496 lainnya masih dinyatakan hilang.
EcoTank Epson tembus penjualan 100 juta unit secara global. Indonesia menjadi negara pertama yang memperkenalkan teknologi printer tangki tinta Epson.