1.048 Anak Putus Sekolah di Kulonprogo, Mayoritas SMP
Sebanyak 1.048 anak di Kulonprogo putus sekolah, mayoritas SMP, dengan penyebab ekonomi, sosial, hingga trauma.
Ilustrasi. /Harian Jogja-Nina Atmasari
Harianjogja.com, KULONPROGO—Menjelang Idulfitri, aktivitas di rumah produksi Ry Production, Kabupaten Kulonprogo, nyaris tanpa jeda. Deru mesin cetak terus bekerja memenuhi lonjakan permintaan amplop Lebaran yang menjadi berkah tahunan bagi pemiliknya, Rohmanto.
Selama satu dekade terakhir, Rohmanto konsisten menggeluti bisnis amplop Lebaran dengan kunci utama bertahan: adaptif terhadap tren pasar.
"Desain dan model amplop yang mengikuti tren sekarang membuat permintaan di kami selalu meningkat," ujar Rohmanto, Rabu (25/2/2026).
Amplop 3D hingga Model Uang Gepokan
Tahun ini, sejumlah model inovatif menjadi favorit konsumen. Mulai dari amplop 3D, model permen, hingga desain yang tengah viral seperti model uang gepokan. Tren tersebut berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya yang lebih didominasi amplop kecil sederhana.
Kreativitas desain inilah yang membuat Ry Production tetap eksis dan bahkan terus berkembang di tengah persaingan produk serupa.
Serap 22 Tenaga Kerja
Tak hanya soal bisnis, usaha ini juga memberi dampak sosial bagi warga sekitar. Saat ini, Ry Production mempekerjakan 22 karyawan muda yang menangani proses desain hingga distribusi.
Meski begitu, lonjakan pesanan membuat kapasitas produksi kewalahan.
"Sekarang kami hanya melayani penjualan stok amplop yang masih ada. Sudah tidak membuka pre order karena keterbatasan tenaga pengeliman," ungkapnya.
Proses pengeliman amplop membutuhkan ketelitian tinggi, sehingga Rohmanto turut melibatkan ibu-ibu sekitar dalam tahap produksi tersebut.
Jangkauan hingga Luar Pulau
Dengan harga kompetitif serta margin keuntungan menarik bagi para reseller, ekosistem bisnis amplop Lebaran ini tetap terjaga. Distribusi produknya pun sudah menjangkau berbagai daerah.
"Jangkauan pengiriman sudah sampai Jawa Barat dan Jawa Timur serta Kalimantan hingga Sumatera," jelas Rohmanto.
Salah satu pelanggan, Sintia, warga Wates, memilih membeli amplop lebih awal karena desainnya yang unik dan harga yang terjangkau. Ia juga khawatir kehabisan stok mengingat tingginya permintaan.
Di tangan Rohmanto, amplop Lebaran bukan sekadar pembungkus uang THR, melainkan penggerak ekonomi lokal yang menghadirkan kesejahteraan bagi banyak keluarga di Kulonprogo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 1.048 anak di Kulonprogo putus sekolah, mayoritas SMP, dengan penyebab ekonomi, sosial, hingga trauma.
KPK memeriksa Dirut PT Catur Elang Perkasa terkait dugaan korupsi investasi dan pinjaman jangka panjang PPT Energy Trading.
UMY menolak pembangunan dapur MBG di kampus dan memilih mendukung program melalui riset dosen serta magang mahasiswa.
Polsek Prambanan dan Pos Lantas Mitra 11 menyita 10 motor saat razia balap liar di wilayah Prambanan, Klaten.
Pendaki Gunung Muria di Kudus jatuh ke jurang sedalam 40 meter di jalur Argopiloso dan berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.
Korlantas Polri siaga 24 jam selama libur panjang Kenaikan Yesus Kristus untuk antisipasi lonjakan kendaraan dan kemacetan.