UKDW Jogja Buka Prodi Teknologi Pangan, Fokus Inovasi Pangan
UKDW Jogja membuka Prodi Teknologi Pangan di Fakultas Bioteknologi untuk mencetak SDM unggul di bidang inovasi pangan berbasis sains dan teknologi.
Foto ilustrasi menu Makan Bergizi Gratis berupa mi ayam lengkap dengan sayur dan kerupuk pangsit serta buah. - dok/Harian Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di DIY kini diperkuat dengan sistem berbasis kecerdasan buatan (AI) dan Internet of Things (IoT) melalui SIMETRIS untuk mencegah keracunan pangan serta menjamin ketertelusuran distribusi. Inovasi ini menjadi langkah strategis memperkuat pengawasan pasokan bahan makanan dari tingkat produksi hingga ke meja siswa.
Sistem tersebut bernama SIMETRIS (Sistem Informasi Monitoring dan Evaluasi Ketahanan Pangan Strategis) yang difungsikan sebagai pusat kendali terpadu, memantau pasokan bahan pangan MBG dari hulu sampai hilir secara real-time. Platform ini juga mengintegrasikan produksi Kelompok Wanita Tani (KWT) Lumbung Mataraman dengan dapur MBG dalam satu ekosistem digital.
Lumbung Mataraman sendiri merupakan konsep ketahanan pangan berbasis komunitas di DIY yang menggabungkan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan di lahan kas desa maupun pekarangan warga. Program yang didanai Dana Keistimewaan ini dirancang untuk membangun kemandirian pangan dari tingkat desa.
IT Development SIMETRIS, Fajar Saptono, menjelaskan bahwa sebelumnya pencatatan stok pangan masih tersebar dan kerap dilakukan secara manual. Kini, data stok di tingkat kalurahan, jenis komoditas, hingga hasil panen pekarangan warga telah terdigitalisasi dan dapat dipantau langsung melalui sistem tersebut.
“Ibu-ibu KWT tidak hanya mencangkul, tetapi juga menginput data produksi seperti cabai, sayuran, dan telur ke sistem. Mereka menjadi produsen sekaligus penjaga data pangan daerah,” ujarnya, Sabtu (28/2/2026).
Dalam implementasinya, setiap kemasan bahan pangan dilengkapi QR Code atau barcode untuk memastikan transparansi distribusi. Setiap hasil panen dari Lumbung Mataraman ditempeli stiker sebelum dikirim ke dapur MBG.
Saat dipindai, petugas dapat mengetahui asal KWT, lokasi lahan, tanggal panen, hingga masa kedaluwarsa makanan. Skema ini memastikan ketertelusuran bahan pangan secara menyeluruh. Jika terjadi persoalan, jejak distribusi dapat dilacak dalam hitungan detik.
Alur distribusi dimulai dari tahap produksi, ketika KWT menginput hasil panen sebagai stok siap jual di SIMETRIS. Tahap berikutnya, pengelola SPPG melakukan konsolidasi dengan memilih pemasok terdekat dalam satu kapanewon, sekaligus memotong rantai tengkulak dan menjaga kesegaran bahan pangan.
"Proses memasak pun tidak luput dari pengawasan. CCTV berbasis AI akan memantau higienitas dapur. Setiap transaksi dan distribusi ke siswa dicatat digital untuk memastikan akuntabilitas anggaran dan pembayaran tunai kepada petani," jelasnya.
SIMETRIS juga dibekali Early Warning System (EWS) untuk mendeteksi potensi risiko secara berlapis. Jika satu batch produksi bermasalah, sistem segera mengidentifikasi titik persebaran guna penarikan secara real-time.
"Setiap unit pelayanan juga wajib menerapkan standar Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP). Suhu masak daging harus di atas 75 derajat Celsius guna membunuh bakteri seperti Salmonella dan E. coli," katanya.
Sementara itu, RM Wahyono Bimarso dari Yayasan Biijana Paksi Sitengsu menyampaikan bahwa integrasi sistem ini dimatangkan melalui koordinasi intensif dengan Badan Gizi Nasional (BGN). Di sejumlah wilayah di Jogja, sistem tersebut turut menggandeng komunitas lokal untuk menyuplai bahan baku, dengan pemerintah bertindak sebagai offtaker resmi.
Hasilnya, petani memperoleh kepastian pasar dengan harga yang adil, sedangkan siswa mendapatkan asupan gizi yang terjamin mutunya. “Program MBG di DIY kami harapkan pula mampu membangun ekosistem ekonomi desa yang tangguh, sehat, dan transparan dari hulu ke hilir,” ujarnya, seiring penguatan integrasi sistem pengawasan pangan berbasis AI dan IoT yang terus dikembangkan dalam pelaksanaan MBG di DIY.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
UKDW Jogja membuka Prodi Teknologi Pangan di Fakultas Bioteknologi untuk mencetak SDM unggul di bidang inovasi pangan berbasis sains dan teknologi.
BPBD Bantul telah menyalurkan 312.000 liter air bersih kepada 2.619 warga terdampak kekeringan di lima kapanewon selama musim kemarau 2026.
Studi ICCT mengungkap biaya baterai mobil listrik turun hingga 35%, tetapi harga EV hanya turun 18% karena produsen lebih fokus meningkatkan kualitas kendaraan.
Gol spektakuler Sidny Lopes Cabral saat melawan Argentina resmi terpilih sebagai gol terbaik Piala Dunia 2026 melalui voting publik FIFA.
Janice Tjen melaju ke babak 16 besar WTA 500 Mubadala DC Open 2026 setelah mengalahkan Rebecca Sramkova 6-4, 6-2 di Washington DC.
Ratusan percakapan pengguna Claude sempat muncul di Google. Insiden ini memicu kekhawatiran privasi karena sejumlah data sensitif ikut terindeks mesin pencari.