PAN Bidik Satu Kursi di Tiap Dapil untuk Rebut Kulonprogo
PAN DIY menargetkan satu kursi DPRD di setiap Dapil di Kulonprogo untuk mengembalikan posisinya sebagai partai pemenang.
Salah satu Pasar Murah yang digelar di Kulonprogo. – Antara
Harianjogja.com, KULONPROGO—Menghadapi Ramadan menuju Lebaran, Dinas Perdagangan (Disdag) Kabupaten Kulonprogo bersama Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Aneka Usaha menggelar operasi pasar selama 12 hari di 12 kapanewon. Program ini bertujuan menstabilkan harga bahan pokok dan memastikan ketersediaan stok bagi masyarakat.
Operasi pasar berlangsung mulai 2 Maret hingga 14 Maret 2026 dengan lokasi berpindah di 12 kapanewon se-Kulonprogo. Langkah ini diambil karena permintaan kebutuhan pokok meningkat signifikan saat Ramadan hingga menjelang Lebaran.
Kepala Bidang Urusan Perdagangan Disdag Kulonprogo, Endang Zulywanti, mengatakan kenaikan permintaan kerap berdampak pada lonjakan harga.
"Tujuannya pertama untuk menstabilkan harga, biar barang itu harganya tidak terlalu tinggi, makanya adanya subsidi itu. Kedua, ini ada stok barangnya itu di pasaran ada, jadi masyarakat itu juga terpenuhi barang-barang yang disubsidikan," katanya saat dikonfirmasi, Selasa (3/3/2026).
Komoditas Disubsidi Rp3.000 per Kg/Liter
Komoditas yang dijual dalam operasi pasar meliputi beras, minyak goreng, telur ayam, tepung terigu, dan gula pasir. Barang-barang tersebut menjadi kebutuhan utama masyarakat selama Ramadan dan menjelang Lebaran.
"Untuk harga itu, ada subsidi bantuan transpor dari Pemda besarannya Rp3.000 kena pajak. Subsidi itu per kilogram atau per liternya untuk komoditas tersebut, seperti itu," lanjutnya.
Operasi pasar pada Selasa (3/3/2026) digelar di Kantor Kapanewon Panjatan dan diserbu pembeli. Dalam beberapa jam, beras dan gula pasir dilaporkan habis terjual.
"Gandum juga tadi sudah menipis, karena, banyak yang mau buat roti. Jadi alhamdulillah antusias masyarakat banyak sekali, semua masyarakat bisa membeli barang tersebut," ungkapnya.
Perumda Aneka Usaha Jadi Penyalur
Direktur Perumda Aneka Usaha, Muhammad Nasta'in, menjelaskan operasi pasar dilaksanakan di kantor kapanewon setempat. Dua hari pertama telah digelar di Sentolo dan Panjatan.
Selanjutnya, Rabu (4/3/2026), kegiatan dilaksanakan di Halaman Eks SD Sidowayah, Hargowilis, Kapanewon Kokap mulai pukul 08.00 WIB.
"Penyelenggara Disdag kami di Perumda Aneka Usaha sebagai pelaksana yang menjadi penyalur komoditas bahan pokok yang dijual dalam operasi pasar," ungkapnya.
Nasta'in menyebut bantuan transportasi dari Pemda telah disalurkan untuk 25.200 liter minyak goreng serta 16.800 kilogram beras, gula pasir, telur ayam, dan tepung terigu.
Selain disubsidi, komoditas diambil langsung dari pabrik, produsen, maupun petani lokal agar harga lebih terjangkau. Ia berharap program ini juga berdampak positif terhadap kinerja BUMD.
"Harapannya ini bisa menambah laba perusahaan sehingga bisa menjadi pendapatan asli daerah," tegasnya.
Operasi pasar Ramadan ini diharapkan mampu menjaga stabilitas harga bahan pokok di Kulonprogo hingga Lebaran, sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PAN DIY menargetkan satu kursi DPRD di setiap Dapil di Kulonprogo untuk mengembalikan posisinya sebagai partai pemenang.
PT Importa Jaya Abadi (Importa Furniture) kembali menegaskan kepemimpinannya di industri furnitur nasional dengan meraih Top Brand Award 2026
Lamine Yamal tanpa sengaja promosi celana dalam 6PM di final Piala Dunia 2026. Penjualan melonjak, beberapa model habis terjual. Simak kisah viral ini!
Jadwal Indonesia vs Thailand di SEA V Cup Putri 2026 berlangsung Jumat 31 Juli pukul 16.00 WIB. Berikut jadwal lengkap leg pertama di Hanoi.
Jaringan Pendidikan Jesuit Terbesar di Dunia Berkumpul di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta
Mulai 1 Agustus 2026 berlaku aturan baru, mulai pungutan pajak pedagang marketplace hingga kenaikan tarif layanan hukum dan pendaftaran merek.