WFH ASN Sleman Sepi Peminat, Baru 7,6 Persen Pegawai Memanfaatkan
Pemkab Sleman masih menerapkan WFH bagi ASN. Namun, baru 7,6% pegawai memanfaatkannya meski kuota kerja dari rumah mencapai 25%.
Foto ilustrasi sekolah rusak, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.
Harianjogja.com, SLEMAN— Kondisi ruang kelas jenjang SMP/MTs di Kabupaten Sleman menjadi sorotan setelah ratusan ruang tercatat dalam kondisi tidak layak. Pemerintah daerah kini memprioritaskan perbaikan di tengah keterbatasan anggaran.
Data Dinas Pendidikan Sleman per 2 Maret 2026 menunjukkan sebanyak 433 ruang kelas mengalami kerusakan dari total 1.372 ruang yang ada. Hanya 939 ruang yang masih dalam kondisi baik, sementara sisanya terdiri atas 308 rusak ringan, 100 rusak sedang, dan 25 rusak berat.
Ketua Tim Kerja Sarana dan Prasarana Disdik Sleman, Ruling Yulianto, menyebut kerusakan tidak hanya terjadi pada ruang kelas, tetapi juga menjalar ke berbagai fasilitas penunjang pembelajaran.
Laboratorium komputer menjadi salah satu fasilitas yang terdampak cukup signifikan. Dari total 183 ruang, sebanyak 48 mengalami rusak ringan, 26 rusak sedang, dan 10 rusak berat, sementara hanya 99 ruang yang masih layak digunakan.
Kondisi serupa juga terjadi pada ruang perpustakaan. Dari 141 ruang yang tersedia, sebanyak 50 ruang mengalami kerusakan, terdiri atas 35 rusak ringan, 10 rusak sedang, dan lima rusak berat.
Selain itu, kerusakan juga tercatat pada 58 ruang laboratorium IPA dari total 137 ruang, serta 41 ruang guru dan 34 ruang kepala sekolah. Fasilitas pendukung lain seperti 46 ruang UKS dan 30 kantin sekolah juga mengalami kerusakan dengan berbagai tingkat.
"Pendataan ini menjadi dasar dalam menentukan prioritas rehabilitasi. Disdik Sleman akan memfokuskan perbaikan pada 25 ruang kelas dengan kategori rusak berat sebagai langkah awal," katanya dikutip Senin (6/4/2026)
Ruling juga mengimbau pihak sekolah untuk rutin memperbarui data sarana dan prasarana melalui sistem Dapodik agar kondisi riil di lapangan dapat segera ditangani.
Sementara itu, Kepala Disdik Sleman, Mustadi, mengungkapkan anggaran rehabilitasi gedung SMP pada 2026 sebesar Rp1,54 miliar. Nilai ini menurun dibandingkan tahun sebelumnya, sehingga Pemkab Sleman mengandalkan dukungan dari pemerintah pusat.
Pada tahun ini, delapan SMP menjadi sasaran rehabilitasi, yakni SMPN 1 Depok, SMPN 5 Depok, SMPN 3 Berbah, SMPN 1 Gamping, SMPN 1 Cangkringan, SMPN 3 Sleman, SMPN 2 Mlati, serta SMPIT Salman Alfarisi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Sleman masih menerapkan WFH bagi ASN. Namun, baru 7,6% pegawai memanfaatkannya meski kuota kerja dari rumah mencapai 25%.
PSIM Jogja menyiapkan 6-7 laga uji coba sepanjang Agustus 2026 untuk mematangkan tim menghadapi Super League 2026/2027. Seluruh laga direncanakan digelar di Jog
Sudaryono yang dipercaya memimpin Badan Gizi Nasional tercatat memiliki aset Rp69,33 miliar dan utang Rp60,47 miliar. Berikut rincian lengkap harta kekayaannya.
Meta menguji StoryKit, aplikasi AI yang mampu membuat dongeng anak otomatis hanya dari foto, karakter, dan pesan moral. Inovatif, namun memicu perdebatan soal k
Kantor Cabang Koordinator Bank Jateng Purwokerto mendorong generasi muda di wilayah Banyumas Raya untuk memiliki visi yang visioner dan jauh ke depan
Harga durian Vietnam kembali naik setelah ekspor ke China meningkat. Kebijakan baru bea cukai mempercepat pengiriman dan mendorong permintaan durian premium.