SK Darurat Kekeringan Sleman Rampung, Bantuan Air Bersih Disalurkan
BPBD Sleman merampungkan SK Darurat Kekeringan dan menyiapkan distribusi 50 tangki air bersih untuk mengantisipasi krisis air pada musim kemarau.
Jembatan - Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Akses warga Jetis–Patran kini jauh lebih mudah setelah Jembatan Jatra Winongo resmi beroperasi. Proyek senilai Rp1,6 miliar ini menjadi contoh konkret pemanfaatan APBKal untuk mendorong konektivitas dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Peresmian jembatan tersebut dilakukan langsung oleh Bupati Sleman, Harda Kiswaya, pada Kamis (16/4/2026). Infrastruktur ini menghubungkan dua padukuhan di Kalurahan Sinduadi, Kapanewon Mlati, yakni Jetis dan Patran.
Keberadaan jembatan baru ini langsung berdampak pada kelancaran mobilitas warga. Jalur yang sebelumnya rusak dan membahayakan kini telah digantikan dengan akses yang lebih aman, sehingga distribusi barang, aktivitas pendidikan, hingga kegiatan ekonomi menjadi lebih efisien.
Bupati Sleman Harda Kiswaya menegaskan pembangunan berbasis anggaran kalurahan seperti ini harus terus diperkuat.
“Pembangunan jembatan ini menunjukkan bahwa APBKal dapat dimanfaatkan secara efektif untuk mendukung konektivitas wilayah. Infrastruktur seperti ini menjadi kunci distribusi barang dan mobilitas masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi dalam pembangunan. Menurutnya, keberhasilan proyek tidak lepas dari peran pemerintah kalurahan, perencana, pelaksana, serta partisipasi aktif masyarakat.
Lurah Sinduadi, Senen Hariyanto, menjelaskan pembangunan jembatan ini merupakan respons atas kebutuhan mendesak warga. Sebelumnya, jembatan lama dalam kondisi rusak parah dan berisiko bagi pengguna.
“Melalui APBKal, kami memprioritaskan pembangunan jembatan ini untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah, memperlancar distribusi barang dan jasa, serta membuka akses ekonomi dan pendidikan bagi warga,” katanya.
Pembangunan dilakukan dalam dua tahap. Pada 2025, anggaran digunakan untuk penyusunan Detailed Engineering Design (DED), pengawasan teknis, serta konstruksi awal seperti pondasi dan gelagar lantai.
Tahap kedua dilanjutkan pada 2026 dengan penyelesaian akses jembatan. Infrastruktur ini kini dapat dilalui pejalan kaki, sepeda motor, hingga kendaraan roda empat skala kecil, meski belum diperuntukkan bagi kendaraan berat seperti truk.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (PMK) Sleman, R. Budi Pramono, menegaskan sumber anggaran berasal dari pendapatan asli kalurahan, bukan dana desa.
“Dari pos pendapatan asli kalurahan dan dikerjakan dalam dua tahun anggaran,” katanya.
Dengan rampungnya proyek ini, Pemerintah Kalurahan Sinduadi berharap pemanfaatan APBKal tidak hanya memperbaiki infrastruktur, tetapi juga mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Ke depan, model pembangunan berbasis kebutuhan riil warga seperti ini diharapkan terus diperluas agar dampaknya semakin terasa langsung di tingkat kalurahan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Sleman merampungkan SK Darurat Kekeringan dan menyiapkan distribusi 50 tangki air bersih untuk mengantisipasi krisis air pada musim kemarau.
Tes genomik membantu mendeteksi risiko penyakit lebih dini sekaligus memberikan rekomendasi nutrisi dan gaya hidup berdasarkan analisis DNA.
Trump menegaskan kesepakatan nuklir sipil AS-Arab Saudi hanya disetujui jika Riyadh bergabung dalam Perjanjian Abraham.
Gibran meminta AJBI memperkuat ekosistem beasiswa bagi Indonesia timur untuk menyiapkan SDM unggul melalui penjaringan talenta sejak SMA.
Seorang konsultan pajak resmi mendaftar sebagai bakal calon lurah Srimartani dan membawa visi pengembangan potensi pariwisata serta ekonomi kalurahan.
Bulog dan TNI menggelar Gerakan Pangan Murah di Banyumas dan Cilacap untuk menjaga stabilitas harga sekaligus memudahkan masyarakat memperoleh bahan pangan.