YIA Bantu Perahu Evakuasi, Perkuat Mitigasi Bencana di Kulonprogo
YIA menyerahkan perahu karet dan motor tempel kepada relawan SAR untuk memperkuat kesiapsiagaan bencana di pesisir Kulonprogo.
Foto ilustrasi campak. - Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO— Kasus campak di Kabupaten Kulonprogo pada awal 2026 menunjukkan tren tak biasa. Penyakit yang identik menyerang anak-anak itu kini mulai ditemukan pada kelompok usia dewasa. Meski demikian, Dinas Kesehatan (Dinkes) memastikan kondisi ini belum masuk kategori kejadian luar biasa (KLB).
Hingga pekan ke-15 2026, Dinkes mencatat ratusan kasus suspek, namun hanya sebagian kecil yang terkonfirmasi positif setelah pemeriksaan laboratorium—indikasi bahwa situasi masih terkendali.
Kepala Dinkes Kulonprogo, Susilaningsih, menyampaikan terdapat 228 suspek campak yang telah diperiksa. Dari jumlah tersebut, delapan kasus dinyatakan positif.
“Dari 228 suspek ini, yang positif ada delapan. Lima kasus merupakan campak, sementara tiga lainnya adalah rubela,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).
Ia menegaskan seluruh pasien yang terkonfirmasi kini telah pulih.
Fenomena yang menjadi perhatian adalah pergeseran usia penderita. Jika sebelumnya campak didominasi anak-anak, kini kasus justru banyak ditemukan pada orang dewasa, meski sebagian besar memiliki riwayat imunisasi.
“Trennya bergeser ke usia dewasa. Padahal rata-rata sudah pernah vaksinasi,” jelasnya.
Sebaran kasus positif tersebut ditemukan di beberapa kapanewon, antara lain Samigaluh, Lendah, Sentolo, dan Galur. Namun, pola penyebaran masih sporadis dan tidak terkonsentrasi di satu wilayah, sehingga belum memenuhi kriteria KLB.
Menurut Susilaningsih, munculnya kasus ini juga dipengaruhi oleh masih adanya penolakan imunisasi di sebagian masyarakat. Hal ini berdampak pada belum optimalnya kekebalan kelompok atau herd immunity.
“Kami terus mengedukasi masyarakat bahwa imunisasi penting. Jika tidak diimunisasi, seseorang berisiko tertular sekaligus menularkan ke orang lain,” tegasnya.
Dinkes terus melakukan pemantauan melalui laporan mingguan sistem W2 untuk memastikan tidak terjadi penularan meluas.
Sementara itu, Direktur RSUD Nyi Ageng Serang Sentolo, Baning Rahayujati, menyebut pihaknya sempat menerima tiga pasien suspek campak rujukan dari puskesmas.
“Dua pasien dirawat inap dan satu rawat jalan. Namun hasil laboratorium semuanya negatif dan saat ini sudah pulang,” jelasnya.
Dinkes memastikan upaya edukasi dan penguatan imunisasi akan terus digencarkan guna mencegah lonjakan kasus di kemudian hari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
YIA menyerahkan perahu karet dan motor tempel kepada relawan SAR untuk memperkuat kesiapsiagaan bencana di pesisir Kulonprogo.
Bank Sampah Berlian 08 di Jogja memanfaatkan minyak jelantah sebagai bahan bakar pirolisis sampah plastik residu sehingga proses lebih cepat dan hemat.
Jadwal imsak, Subuh, dan Maghrib di DIY pada Kamis 30 Juli 2026 untuk puasa sunnah Kamis. Cek waktu sahur dan berbuka di sini.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 30 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Jogja. Simak 12 perjalanan dan tarif Commuter Line Rp8.000.
KPK mendalami penukaran 46.500 dolar Singapura yang diduga disiapkan Suhardiman Amby untuk Raja Juli Antoni dalam penyidikan kasus Kuansing.
PSEL Legok Nangka senilai Rp7,2 triliun mulai dibangun di Kabupaten Bandung. Proyek ini akan mengolah 2.131 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 40,79 M