Event Jogja: Catat Tanggal Transmigrasi Festival 2026 Fun Run 6K
Transmigrasi Festival 2026 Fun Run 6K digelar di Kaliurang pada 23 Agustus 2026 untuk mendorong wisata dan ekonomi lokal di Sleman.
Foto ilustrasi investasi. - Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN— Realisasi investasi Sleman triwulan I 2026 menembus Rp1,15 triliun, mencatat pertumbuhan 16,60% secara tahunan (year-on-year) dibanding periode yang sama tahun lalu. Lonjakan ini menunjukkan tren positif iklim investasi di Sleman yang semakin kompetitif.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Sleman, Triana Wahyuningsih, mengungkapkan capaian tersebut meningkat dari realisasi triwulan I 2025 yang sebesar Rp987,19 miliar. Penanaman modal dalam negeri (PMDN) masih menjadi kontributor terbesar dibandingkan penanaman modal asing (PMA).
“Realisasi untuk PMA Rp512 miliar dan PMDN Rp639 miliar,” kata Triana dihubungi, Senin (27/4/2026).
Jika dilihat secara kuartalan (quarter-on-quarter), pertumbuhan investasi bahkan melonjak signifikan hingga 93,29% dibandingkan triwulan IV 2025 yang tercatat Rp595,53 miliar.
Triana merinci, lima sektor utama menjadi penyumbang terbesar dalam realisasi investasi Sleman. Sektor industri lainnya memimpin dengan nilai Rp449,88 miliar, disusul sektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi sebesar Rp175,11 miliar.
Selanjutnya, sektor hotel dan restoran berkontribusi Rp138,07 miliar, sektor jasa lainnya Rp129,94 miliar, serta sektor perdagangan dan reparasi mencapai Rp124,06 miliar.
Dari sisi penanaman modal asing (PMA), investasi terbesar berasal dari Kepulauan Virgin Inggris, Singapura, Belanda, Australia, dan Siprus.
Pemerintah daerah berharap tren positif investasi Sleman ini dapat terus berlanjut melalui kebijakan yang adaptif, sehingga mampu mendorong penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Untuk menjaga momentum tersebut, DPMPTSP Sleman terus melakukan berbagai strategi, mulai dari penyederhanaan standar operasional prosedur (SOP) perizinan, pemberian insentif, hingga percepatan penyusunan dan integrasi rencana detail tata ruang (RDTR).
“Perlu juga meningkatkan indeks daya saing daerah termasuk penyediaan infrastruktur pendukung investasi, sumber daya manusia, serta melakukan pengkajian potensi investasi yang siap jual [IPRO],” katanya.
Sejumlah proyek investasi juga mulai disiapkan, termasuk rencana pembangunan kereta gantung di Kapanewon Prambanan dengan nilai investasi sekitar Rp200 miliar. Proyek ini direncanakan memanfaatkan Tanah Kas Desa di Kalurahan Bokoharjo seluas sekitar 7,9 hektare dan Kalurahan Sambirejo sekitar 1 hektare, dengan proses perizinan yang masih berlangsung.
Di sisi lain, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah DIY, Danang Setiadi, menekankan pentingnya setiap investasi yang masuk mengikuti prosedur yang berlaku.
Ia mengingatkan agar rencana pembangunan, termasuk proyek kereta gantung, tetap memperhatikan kesesuaian tata ruang demi menjamin keberlanjutan pembangunan serta menghindari potensi kerugian bagi pihak tertentu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Transmigrasi Festival 2026 Fun Run 6K digelar di Kaliurang pada 23 Agustus 2026 untuk mendorong wisata dan ekonomi lokal di Sleman.
DPRD Bantul mengawasi persiapan Pilur serentak di 30 kalurahan untuk memastikan tahapan berjalan transparan dan bebas politik uang.
Esensi digitalisasi bagi Kelompok Pengrajin Batik Rinakit merupakan gambaran semangat para pelaku ekonomi kreatif
Polisi menyebut dugaan aksi asusila di kafe di Kota Jogja dapat diproses sebagai tindak pidana pornografi jika disertai bukti yang valid.
Rusia mendukung program nuklir Korea Utara dan menolak seruan denuklirisasi Semenanjung Korea karena meningkatnya ketegangan kawasan.
Kejagung menyiapkan kantor sementara dan pejabat struktural untuk operasional tujuh Kejari baru yang dibentuk melalui Perpres Nomor 40 Tahun 2026.