Event Jogja: Catat Tanggal Transmigrasi Festival 2026 Fun Run 6K
Transmigrasi Festival 2026 Fun Run 6K digelar di Kaliurang pada 23 Agustus 2026 untuk mendorong wisata dan ekonomi lokal di Sleman.
Jalan rusak - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman mencatatkan rapor hijau pada capaian pembangunan sepanjang tahun 2025. Pertumbuhan ekonomi di wilayah ini sukses menembus angka 6,53%, melampaui target yang ditetapkan sebelumnya di kisaran 5,11% hingga 5,74%.
Kepala Bappeda Kabupaten Sleman, Nur Fitri Handayani, mengungkapkan bahwa lonjakan investasi menjadi mesin utama penggerak ekonomi daerah. Selain itu, sektor konstruksi memberikan kontribusi signifikan seiring masifnya pembangunan infrastruktur strategis nasional, seperti proyek jalan tol Jogja–Bawen dan Jogja–Solo–YIA.
Stabilitas harga juga menjadi kunci keberhasilan ini. Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sleman dinilai berhasil menjaga inflasi pada level 2% hingga 3%, sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi global.
Kemiskinan Menurun dan Kualitas SDM Meningkat
Indikator kesejahteraan sosial juga menunjukkan tren positif. Tingkat kemiskinan di Sleman pada 2025 berhasil ditekan hingga angka 6,71%, lebih rendah dari target maksimal 7,45%. Capaian ini tidak lepas dari intervensi program perlindungan sosial, salah satunya melalui inovasi Sleman Pintar Plus.
Program beasiswa ini bertujuan memutus rantai kemiskinan dengan target mencetak minimal satu sarjana dalam setiap keluarga miskin. Hingga saat ini, sebanyak 400 anak telah menerima manfaat, dan Pemkab berkomitmen menambah 100 penerima baru setiap tahunnya.
Keberhasilan di sektor pendidikan dan kesehatan juga mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sleman hingga mencapai 86,35% (kategori sangat tinggi). Angka harapan hidup warga Sleman kini menyentuh 75,81 tahun dengan rata-rata lama sekolah berada di angka 11,42 tahun.
Tantangan Infrastruktur dan Masalah Kendaraan ODOL
Meski sukses di bidang ekonomi dan sosial, sektor infrastruktur masih menyisakan pekerjaan rumah bagi Pemkab Sleman. Realisasi kemantapan jalan kabupaten hanya mencapai 70,98%, sedikit di bawah target 71,4%. Tercatat, lebih dari 200 kilometer jalan kabupaten masih mengalami kerusakan ringan hingga sedang.
Fitri menjelaskan bahwa salah satu penyebab utama rusaknya jalan adalah maraknya kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL) dengan muatan melebihi 5 ton yang melintasi jalan kelas kabupaten.
“Ini menjadi perhatian serius karena mempercepat kerusakan jalan. Penanganannya membutuhkan sinergi dinas terkait, terutama Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) serta Dinas Perhubungan,” tegas Fitri dalam jumpa pers di Ruang Rapat Sembada Setda Sleman, Kamis (30/4/2026).
Seusai evaluasi ini, Pemkab Sleman berkomitmen untuk memperketat pengawasan tonase kendaraan sekaligus memperluas jangkauan program sosial guna memastikan pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Transmigrasi Festival 2026 Fun Run 6K digelar di Kaliurang pada 23 Agustus 2026 untuk mendorong wisata dan ekonomi lokal di Sleman.
Esensi digitalisasi bagi Kelompok Pengrajin Batik Rinakit merupakan gambaran semangat para pelaku ekonomi kreatif
Polisi menyebut dugaan aksi asusila di kafe di Kota Jogja dapat diproses sebagai tindak pidana pornografi jika disertai bukti yang valid.
Rusia mendukung program nuklir Korea Utara dan menolak seruan denuklirisasi Semenanjung Korea karena meningkatnya ketegangan kawasan.
Kejagung menyiapkan kantor sementara dan pejabat struktural untuk operasional tujuh Kejari baru yang dibentuk melalui Perpres Nomor 40 Tahun 2026.
Kasus kebakaran lahan di Gunungkidul meningkat menjadi 15 kasus selama musim kemarau. Warga diminta tidak membakar sampah sembarangan.