KAI Hadirkan Rail Clinic dan Rail Library di Stasiun Sentolo
KAI Daop 6 menghadirkan rail clinic dan rail library di Stasiun Sentolo. Sebanyak 200 warga mendapat layanan kesehatan gratis.
Pekerja sedang menyelesaikan pengerjaan groundsill atau sabo permanen Srandakan di Sungai Progo Kalurahan Trimurti, Kapanewon Srandakan, Bantul belum lama ini. Proyek dengan anggaran Rp231 miliar ini sekarang sudah mencapai 40 persen dan ditargetkan selesai pada 31 Desember 2026. /Dokumentasi Istimewa
Harianjogja.com, KULONPROGO—Komisi C DPRD DIY meninjau langsung progres pembangunan groundsill Srandakan dari sisi barat, tepatnya di wilayah Brosot, Galur, Kulonprogo, Kamis (25/6/2026). Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan capaian pekerjaan proyek yang ditargetkan rampung pada akhir tahun 2026.
Groundsill yang sebelumnya rusak akibat faktor usia tersebut kini tengah diperbaiki sejak Oktober 2025. Hingga saat ini, progres pembangunan telah mencapai 77,358 persen.
Wakil Ketua Komisi C DPRD DIY, Amir Syarifudin, menilai periode musim kemarau saat ini menjadi momentum penting untuk mempercepat pekerjaan. Pasalnya, debit air Sungai Progo relatif rendah sehingga pekerjaan konstruksi bisa lebih optimal.
“Ini bulan-bulan emas, Juni, Juli, dan Agustus. Tidak ada banjir, sehingga harapannya proyek ini bisa diselesaikan tahun ini. Sungai Progo sangat vital untuk pengairan dan kebutuhan air bersih,” ujarnya di lokasi.
Anggota Komisi C DPRD DIY, Aslam Ridlo, menambahkan bahwa desain groundsill yang baru memiliki spesifikasi lebih kuat dibanding bangunan lama. Salah satunya dengan penggunaan tiang pancang sepanjang 12 meter pada fondasi.
Dengan konstruksi tersebut, diharapkan groundsill Srandakan memiliki daya tahan yang lebih lama dan mampu mengurangi risiko kerusakan di masa mendatang.
“Konstruksi yang sekarang dibangun diharapkan memiliki ketahanan yang jauh lebih baik,” katanya.
Sementara itu, Anggota DPRD DIY, Lilik Syaiful Ahmad, mengajak masyarakat, termasuk para penambang di sekitar Sungai Progo, untuk ikut menjaga keberadaan groundsill tersebut. Ia menegaskan, infrastruktur ini memiliki fungsi penting bagi keamanan jembatan serta kebutuhan masyarakat luas.
“Kalau dirawat bersama, groundsill ini bisa bertahan hingga 10 tahun tanpa perbaikan. Ini aset bersama, jadi harus dijaga agar anggaran yang sudah dikeluarkan tidak sia-sia,” ujarnya.
Proyek pembangunan groundsill Srandakan ini berada di bawah kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai Serayu-Opak (BBWSSO) Kementerian Pekerjaan Umum. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Sungai dan Pantai II BBWSSO, Dicky Maulana, menyampaikan bahwa percepatan terus dilakukan untuk mengejar target penyelesaian.
Dengan nilai proyek mencapai Rp213 miliar, pekerjaan difokuskan pada periode puncak musim kemarau. BBWSSO memanfaatkan kondisi debit air yang rendah untuk meningkatkan produktivitas pekerjaan.
Salah satu strategi yang diterapkan adalah penambahan jam kerja melalui sistem lembur. Jika sebelumnya pekerjaan hanya dilakukan hingga sore hari, kini diperpanjang hingga malam.
“Sekarang kami menambah jam kerja. Shift yang awalnya satu sampai sore, kami perpanjang sampai malam sekitar pukul 22.00 untuk meningkatkan produktivitas harian,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KAI Daop 6 menghadirkan rail clinic dan rail library di Stasiun Sentolo. Sebanyak 200 warga mendapat layanan kesehatan gratis.
V BTS resmi menjadi Global Brand Ambassador Nothing. Ia membintangi kampanye Headphone (1) Pro yang hadir dengan triple-driver dan ANC.
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mempertahankan Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) untuk simpanan rupiah dan valuta asing (valas) di perbankan
Sering cas motor listrik semalaman? Kenali pengaruhnya terhadap baterai, charger, sistem listrik, dan keamanan pengisian.
Spanyol menyepakati larangan penggusuran hingga 2030 setelah kasus Maricarmen Abascal memicu protes terkait krisis perumahan.
Lionel Messi pensiun dari Timnas Argentina. Nomor 10 masih kosong dan AFA belum menentukan siapa penerusnya setelah laga perpisahan.