Bus Sekolah Gunungkidul Kembali Normal, Ada Tambahan Rp270 Juta
Bus sekolah Gunungkidul kembali melayani antar jemput sejak 7 September setelah Pemkab menyiapkan tambahan anggaran Rp270 juta.
Pilkada Gunungkidul dimenangkan oleh Badingah-Immawan. Cabup dari PDIP, Endah Subekti Kuntariningsih tidak mau mencari kambing hitam kekalahan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) akan melakukan evaluasi terhadap hasil Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2015. Rencananya pertemuan tersebut digelar hari ini di Kantor DPC di Jalan Ksatriyan, Wonosari. (Baca juga :http://solopos.com/2015/12/11/pilkada-sleman-pdip-akan-koreksi-kekalahan-669926"> PILKADA SLEMAN : PDIP akan Koreksi Kekalahan)
Ketua DPC PDI Perjuangan Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih mengatakan, pertemuan ini akan dihadiri oleh anggota tim sukses pemenangan pilkada, relawan, pengurus cabang, ranting hingga anak ranting.
Tujuan dari pertemuan ini salah satunya untuk melakukan evaluasi terhadap hasil dalam pilkada serta memberikan ucapan terima kasih kepada seluruh elemen pendukung Calon Kepala Daerah Djangkung Sujarwadi-Endah Subekti Kuntariningsih .
Dia mengakui, hasil pilkada tidak sesuai dengan yang diharapkan, karena calon yang diusung kalah dari calon lain. Namun apa yang diperoleh tersebut merupakan hasil yang maksimal. Seluruh pendukung sudah bekerja keras untuk meraih hasil yang terbaik, tapi kenyataannya masyarakat berkehendak lain.
“Kami legowo dengan kekalahan ini. Kemarin [Kamis, 10/12], sudah datang ke rumah Badingah untuk mengucapkan selamat,” kata mantan Anggota DPRD Gunungkidul ini.
Kekalahan itu, tak lantas membuat Endah mencari kambing hitam. Menurut dia, meski tak bisa memenangkan pilkada, perjuangan dari pendukung patut diapresiasi. Baik itu, pengurus partai atau relawan di tingkat anak ranting telah bekerja dengan maksimal.
“Hasil ini tidak buruk. Sebagai partai tunggal yang mengusung calon sendiri, bisa bersaing dan memeroleh dukungan terbanyak kedua sudah bagus dan mendekati sempurna,” ujarnya.
Meski kecewa, ia menegaskan apa yang telah dilakukan sudah sesuai rencana. Bahkan Endah mengklaim mesin partai telah berjalan dengan maksimal, namun jika ditilik dari hasil memang tidak sesuai harapan. “Pilkada telah usai, tapi bukan berarti perjuangan kami berakhir. Sebab, kami akan terus berjuang untuk memberikan terbaik bagi masyarakat,” ungkap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bus sekolah Gunungkidul kembali melayani antar jemput sejak 7 September setelah Pemkab menyiapkan tambahan anggaran Rp270 juta.
Bahlil Lahadalia siap dilantik sebagai Menko Hilirisasi dan Energi sekaligus tetap menjabat Menteri ESDM.
KDMP Sumbersari Sleman telah berjalan enam bulan, tetapi pengelolaan belum penuh karena menunggu verifikasi, serah terima gedung, dan regulasi.
Penutupan kali di belakang Kantor Pemkab Gunungkidul menelan Rp1,019 miliar untuk pembangunan parkir Taman Kuliner Wonosari.
Biarawati Katolik asal Timor-Leste, Suster Dulce Maria Guterres, meraih gelar Magister Kebidanan di UNISA Yogyakarta dan berbagi kisah toleransi.
Lelang cabai digital di Bantul membantu petani mendapat harga lebih tinggi dibanding pengepul, dengan total 1,7 ton sudah dilelang.