UNBK 2017 : Sekolah Sewa Genset untuk Antisipasi Listrik Mati

David Kurniawan
David Kurniawan Senin, 03 April 2017 09:55 WIB
UNBK 2017 : Sekolah Sewa Genset untuk Antisipasi Listrik Mati

Siswa SMK Negeri 2 Solo mengerjakan soal menggunakan komputer saat mengikuti Ujian Nasional (UN) hari pertama berbasis komputer atau Computer Based Test (CBT) di SMK Negeri 2 Solo, Senin (13/4). Pelaksanaan UN CBT untuk siswa SMA/SMK sederajat di Kota Solo pada hari pertama berjalan lancar tanpa ada gangguan tekhnis. (JIBI/Solopos/Reza Fitriyanto)

UNBK 2017 dipersiapkan dengan baik oleh sekolah

 

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Sejumlah sekolah di Gunungkidul mengklaim persiapan untuk Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMA-SMK telah selesai. Mereka pun berharap pelaksanaan tes yang dimulai hari ini berjalan lancar tanpa ada kendala apapun.

Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Ngawen, Basuki mengungkapkan pihaknya sudah siap menggelar UNBK tahun ajaran 2016-2017. Sebanyak 110 unit komputer dipersiapkan untuk menunjang pelaksanaan ujian.

“Kita sudah lakukan berbagai persiapan. Untuk saat sekarang, persiapan telah memasuki tahap final dan tinggal pelaksanaan saja,” kata Basuki kepada Harianjogja.com, Minggu (2/4/2017).

Menurut dia, selain mempersiapkan perangkat untuk tes, pihak sekolah juga melakukan kesiapan untuk faktor non teknis lainnya. Salah satunya berkaitan dengan potensi matinya jaringan listrik saat ujian berlansung.

Untuk itu, sambung Basuki, sekolah telah melakukan persiapan dengan menyewa genset sebagai persiapan saat terjadi mati lampu. “Kita belum punya genset sendiri, jadi terpaksa harus sewa ke pihak lain. Menurut saya penyewaan ini bukan masalah karena sebagai upaya agar tes dapat berjalan dengan lancar tanpa ada halangan apapun,” ujarnya.

Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Purwosari Ruslan. Menurut dia, pasokan listrik saat ujian berlansung bukan jadi masalah karena sekolah telah memiliki genset sendiri sehingga tidak khawatir lagi jika mati lampu.

“Sudah dipersiapkan dan kalau ada gangguan listrik maka genset yang dimiliki dapat  dioperasikan,” ujarnya.

Ruslan mengungkapkan, pihaknya sudah melakukan persiapan UNBK sejak jauh-jauh hari. Berbagai persiapan yang dilakukan di antaranya melakukan pengecekan terhadap perangkat komputer yang digunakan untuk tes, hingga simulasi pelaksanaan ujian. “Persiapan kami sudah mencapai 99% dan tinggal pelaksanaan saja,” katanya.

Menurut dia, selama proses uji coba, baik jaringan hingga piranti yang digunakan untuk tes dapat berfungsi dengan baik. Ruslan pun berharap agar pelaksanaan UNBK dapat berjalan lancar. “Mudah-mudahan tidak ada kendala dan ujian dapat berjalan dengan baik tanpa ada halangan,” imbuhnya.

Terpisah, Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul Bahron Rasyid mengungkapkan, pihaknya tidak lagi mengurusi masalah ujian nasional untuk tingkat SMA-SMK dan sederajat. Hal ini dilakukan karena adanya perpindahan kewenangan ke provinsi untuk urusan pendidikan menengah.

“Meski tidak lagi mengurusi, tapi kami juga akan berupaya membantu agar pelaksanaan UN di tingkat pendidikan menengah dapat berjalan lancar,” katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online