Geopark Gunungsewu Bersiap, Asesor UNESCO Kunjungi Gunungkidul
Asesor UNESCO mengunjungi Luweng Jomblang dan Hutan Wanagama untuk pra-revalidasi Geopark Gunungsewu menjelang penilaian ulang 2027.
Sebuah kapal jungkung milik nelayan karam di perairan Pantai Baron
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Sebuah kapal jungkung milik nelayan karam di perairan Pantai Baron, Desa Kemadang, Tanjungsari, Selasa (12/6/2017) sekitar pukul 04.30 WIB.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun kerugian ditaksir mencapai Rp20 juta karena kapal dan peralatan tangkap yang dimiliki tidak dapat diselamatkan.
Peristiwa nahas yang menimpa Kapal Motor (KM) Idola bermula saat korban atas nama Giman,50, Dusun Ngasem, Desa Kemadang dan Slamet,53, warga Dusun Ngepung, Kemadang pergi mengambil mesin untuk melaut dengan posisi kapal berada di bibir pantai.
Saat ditinggalkan, tiba-tiba datang ombak besar menyeret kapal ke tengah dan terhempas di tebing karang di sisi selatan Pantai Baron. Akibatnya peralatan tangkap dan kapal karam sehingga tidak dapat diselamatkan.
Sekretaris SAR Satlinmas Wilayah II Gunungkidul Surisdiyanto mengatakan, peristiwa karamnya KM Idola tidak sampai mengakibatkan korban jiwa. Sebab saat kapal terseret ke tengah, kedua nelayan tidak dilokasi karena sedang mengambil mesin untuk melaut.
“Jadi saat kejadian, posisi kapal sedang ditinggal di bibir pantai,” kata Suris kepada wartawan, Selasa (13/6/2017).
Menurut dia, pasca terseretnya kapal, korban melaporkan kejadian tersebut ke Posko SAR. Laporan itu ditindaklanjuti dengan menerjunkan 20 personel untuk proses evakuasi. Namun dikarenakan kapal sudah terdampar di tebing karang dan posisi karam, maka upaya evakuasi tidak membuahkan hasil.
“Tidak bisa diselamatkan dan kerugian ditaksir mencapai Rp20 juta karena kapal dan peralatan tangkap rusak,” ujarnya.
Menurut dia, karamnya kapal milik nelayan harus menjadi pelajaran bersama. Oleh karenanya, Suris meminta kepada nelayan agar berhati-hati saat menambatkan kapal. Hal ini untuk mengantisipasi kerusakan kapal karena ombak di Perairan Pantai Selatan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Asesor UNESCO mengunjungi Luweng Jomblang dan Hutan Wanagama untuk pra-revalidasi Geopark Gunungsewu menjelang penilaian ulang 2027.
PSS Sleman kalah 1-2 dari Borneo FC setelah Stefan Ashkovski mendapat kartu merah. Pieter Huistra menilai insiden itu mengubah dinamika pertandingan.
Kelurahan Cokrodiningratan mengajak 60 KK mengolah sampah organik lewat budi daya manggot yang menghasilkan 50–70 kg setiap dua minggu.
DPRD DIY menyempurnakan Raperda Penanggulangan Bencana sesuai masukan Kemendagri untuk memperkuat mitigasi dan kesiapsiagaan daerah.
Jogja Expo 2026 di JEC Bantul mencatat potensi perputaran ekonomi lebih dari Rp25 miliar dengan 121 tenant dan 5.382 peserta.
Jumlah pedagang di 32 pasar rakyat Sleman turun 297 orang. Disperindag menyebut faktor usia, kesehatan, regenerasi, dan tekanan ekonomi.