Anggaran Pilur Serentak Gunungkidul 2027 Naik Jadi Rp4,6 Miliar, Ini Alasannya
Pilur serentak Gunungkidul 2027 direncanakan di 55 kalurahan dengan kebutuhan anggaran Rp4,6 miliar, naik dari Rp2,6 miliar pada 2025.
Ilustrasi pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemkot/Pemkab. (Dok/JIBI/Solopos)
Persaingan dalam seleksi terbuka Kepala Organisasi Perangkat Daerah semakin panas
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Persaingan dalam seleksi terbuka Kepala Organisasi Perangkat Daerah semakin panas. Pasalnya proses tersebut telah memasuki tahap akhir dan selangkah lagi akan diperoleh nama untuk mengisi jabatan yang kosong.
Bupati Gunungkidul Badingah pun meminta semua calon untuk tidak membawa masalah seleksi ke lingkungan kerja. Tujuannya agar tetap fokus terhadap kewajiban sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing peserta sebagai pegawai di lingkup pemkab.
“Ini bukan persaingan, jadi kesampingan ego masing-masing. Semua calon yang ikut kompetisi harus tetap bekerja seperti biasa meski masih dalam proses seleksi,” kata Badingah kepada wartawan, Rabu (14/6/2017).
Dia pun berharap agar pelaksanaan seleksi tidak menganggu dari kinerja. Selain itu, keberadaan seleksi jangan sampai membuat hubungan antar personal menjadi tidak baik karena adanya kompetisi untuk menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama di lingkup Pemkab Gunungkidul. “Saya harap semua dapat professional dan dapat menerima hasil dari seleksi,” ujarnya.
Untuk proses tahapan lelang, Badingan mengaku menyerahkan sepenuhnya kepada panitia seleksi. Dengan adanya tahapan ini, dia pun memiliki harapan agar calon yang terpilih nantinya merupakan yang terbaik sehingga dapat membantu pemkab dalam memwujudkan kesejahteraan bagi masyarakat di Bumi Handayani.
“Kita tunggu saja, toh hingga sekarang prosesnya belum selesai dan masih ditangani oleh pansel,” ujar bupati wanita pertama di Gunungkidul ini.
Ketua Panitia Seleksi lelang jabatan Pemkab Gunungkidul Drajad Ruswandono mengatakan, tahapan seleksi telah memasuki tahap akhir. Pasalnya, setelah pelaksanaan uji gagasan, pansel berencana menyerahkan nama ke bupati untuk dipilih sebagai Kepala OPD yang baru. “Saat ini masih proses pelaksanaan uji gagasan,” katanya.
Menurut dia, pansel telah menargetkan penyerahan nama calon kepala OPD ke bupati sebelum lebaran. Nantinya, sambung Drajad, di setiap OPD akan diserahkan tiga nama sebagai kandidat utama.
“Untuk calon yang terpilih, itu merupakan hak prerogatif bupati. Jadi hasilnya harus menunggu sampai bupati memberikan keputusan,” ujar Sekretaris Daerah Gunungkidul ini.
Untuk diketahui, dalam lelang jabatan yang dilaksanakan tahun ini ada delapan posisi yang diperebutkan. Saat pendaftaran, terdapat 51 pelamar yang berminat mengisi jabatan yang kosong tersebut. Namun saat pelaksanaan uji kompetensi, pansel mencoret 21 pendaftar sehingga persaingan menyisakan 30 peserta untuk menjalani tes uji gagasan yang saat ini masih berlangsung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pilur serentak Gunungkidul 2027 direncanakan di 55 kalurahan dengan kebutuhan anggaran Rp4,6 miliar, naik dari Rp2,6 miliar pada 2025.
DEN menilai skema impor BBM, minyak mentah, dan LPG melalui BLU Lemigas berpeluang menekan harga, dengan syarat biaya dan risiko terkendali.
Gempa magnitudo 5,4 mengguncang 136 km barat daya Gunungkidul pada Selasa malam, 27 Oktober 2026. BMKG menyatakan gempa tidak berpotensi tsunami.
Microsoft membuka program keluar sukarela bagi sekitar 60.000 karyawan di AS, Inggris, Kanada, dan India hingga 31 Desember 2026.
Pemkab Bantul menyiapkan satu KK berisi empat jiwa untuk transmigrasi ke Polewali Mandar, Sulbar. Sebanyak 25 KK masih masuk daftar tunggu.
Sebanyak 12 KDMP Bantul ditargetkan siap beroperasi 1 November 2026. Pemkab juga mempercepat pembangunan 30 unit lainnya.