Kalurahan Plembutan Gunungkidul Kembangkan Mitigasi Banjir, Dilirik ASEAN
Kalurahan Plembutan, Gunungkidul, mengembangkan mitigasi banjir berbasis peringatan dini setelah banjir 2017 dan 2025. Program ini menarik perhatian ASEAN.
Teror hewan buas di Desa Purwodadi, Tepus masih mengancam ternak milik warga
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Teror hewan buas di Desa Purwodadi, Tepus masih mengancam ternak milik warga. Jumat (22/9/2017) pagi, enam kambing milik warga Dusun Winangun mati karena digigit.
Total hingga sekarang ada 44 kambing mati karena serangan yang diduga dilakukan oleh anjing hutan.
Kepala Seksi Pemerintahan Desa Purwodadi, Suyanto mengakui serangan hewan liar terhadap ternak bukan yang pertama kali. Untuk antisipasi, warga sudah melakukan berbagai cara mulai dari memindahkan ternak mendekat rumah, mengawasi hingga perburuan. Namun, sambung dia, upaya yang dilakukan belum banyak membuahkan hasil karena serangan masih terjadi.
“Terakhir [kemarin] ada enam kambing milik warga Winangun mati digigit. Total hingga sekarang [kemarin] ada 44 kambing yang mati,” kata Yanto, Jumat kemarin.
Menurut dia, serangan ini terjadi di dua tempat sekaligus. Serangan itu terjadi pada kambing Maryadi dan Satino. Total dalam serangan itu ada sembilan kambing yang digigit, tapi hanya mati enam ekor. Sedang sisanya tiga ekor hanya mengalami luka-luka. “Adapun rinciannya, empat kambing mati milik Maryadi dan dua lainnya milik Satino,” ujarnya.
Lebih jauh dikatakan Yanto, untuk antisipasi serangan susulan, pihak desa tidak henti-hentinya mengimbau kepada masyarakat untuk memindahkan ternak yang dimiliki mendekat ke permukiman. Namun demikian, upaya tersebut belum sepenuhnya dipatuhi karena masih ada warga nekat memelihara ternak di ladang yang jauh dari permukiman.
“Agar lebih efektif, kami juga akan mengumpulkan seluruh kepala dusun untuk membahas serangan ini sehingga upaya pencegahan dapat optimal lagi,” katanya lagi.
Sementara itu, Kepala Bidang Peternakan, Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul Suseno Budi mengakui belum ada penyebab pasti serangan. Namun dia menduga serangan dilakukan oleh kawanan anjing hutan. “Kejadian ini sudah sering terjadi dan indikasinya digigit oleh anjing hutan,” katanya.
Menurut dia, langkah efektif untuk mencegah serangan susulan adalah dengan memindahkan ternak-ternak mendekat ke perumahan. Selama ini, lanjut dia, banyak warga yang memelihara ternak jauh dari permukiman sehingga pengawasan agak sulit dilakukan.
“Ya kalau kandangnya berada di dekat rumah, maka pengawasan akan lebih mudah dan potensi serangan dapat dikurangi,” katanya.
Salah seorang warga Purwodadi, Satino mengakui serangan hewan buas menyasar ternak yang dimilikinya. Dalam serangan tersebut, terdapat dua kambing mati dan satunya mengalami luka gigit.
“Saya tidak tahu pasti kapan terjadi serangan karena lokasi kandang yang jauh dari rumah,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kalurahan Plembutan, Gunungkidul, mengembangkan mitigasi banjir berbasis peringatan dini setelah banjir 2017 dan 2025. Program ini menarik perhatian ASEAN.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis, 29 Oktober 2026 tersedia dalam 15 perjalanan. Simak jam keberangkatan setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Anggaran infrastruktur Kulon Progo dalam KUA 2027 mencapai Rp425,2 miliar, dengan fokus pemeliharaan rutin dan rekonstruksi jalan.
Pemprov Jateng berkoordinasi dengan BKN, PPATK, dan OJK untuk menelusuri ASN yang diduga terlibat judi online serta menegakkan aturan disiplin.
Daya beli melemah, UMKM DIY dituntut beradaptasi. Jumlah usaha mencapai 347.744 unit, sementara KUR tersalur Rp3,31 triliun hingga Juli 2026.
DPRD Sleman mendorong program Rumah Ibadah Ramah Anak untuk memperkuat nilai spiritual, sosial, dan pembentukan karakter generasi muda.