Gerbang Kepatihan Rusak, Paguyuban Betor Siap Tanggung Jawab

I Ketut Sawitra Mustika
I Ketut Sawitra Mustika Senin, 04 Juni 2018 22:17 WIB
Gerbang Kepatihan Rusak, Paguyuban Betor Siap Tanggung Jawab

Polisi bersiaga setelah gerbang Kompleks Kepatihan dirobohkan peserta aksi demo betor, Senin (4/6/2018)./Harian Jogja-I Ketut Sawitra Mustika

Harianjogja.com, JOGJA- Pintu gerbang Kompleks kantor Gubernur DIY atau kawasan Kepatihan rusak akibat amukan peserta demonstrasi dari pengemudi becak motor, Senin (4/5/2018).

Peserta aksi yang kecewa karena tak ditemui pejabat Pemda DIY akhirnya mendorong gerbang sampai roboh. Setelah perwakilan Paguyuban Becak Motor Yogyakarta (PBMY) diterima, demo kembali berjalan tertib.

Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda DIY Budi Wibowo menyayangkan kejadian tersebut. Ia meminta demo supaya dilakukan dengan tertib. Jika memang ditemukan bukti-bukti yang cukup, Pemda DIY mempersilakan kepolisian untuk mengusut kasus tersebut.

"Apapun kondisinya, anarkis tidak dibenarkan. Kalau ada bukti yang cukup jelas, silakan polisi bertindak. Dan itu memang sudah seharusnya, biar di DIY tidak ada situasi yang tidak nyaman. Demo boleh, tapi jangan anarkis," tuturnya.Menanggapi perkataan Budi, Koordinator PBMY Parmin mengatakan PBMY siap bertanggungjawab atas robohnya gerbang Kompleks Kepatihan.

Menurutnya, masa yang kepanasan, lapar dan menunggu lama, tak bisa lagi mengendalikan emosi. "Ya mohon maaf. Akan kami tanggung bersama. Ini adalah risiko perjuangan," katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online