Tiga Raperda Inisiatif DPRD Gunungkidul Masuk Tahap Pembahasan
DPRD Gunungkidul mulai membahas tiga Raperda inisiatif pada Juli 2026. Total 12 Raperda ditargetkan selesai dibahas dan ditetapkan hingga akhir tahun.
Ilustrasi./Antara
Harianjogja.com, BANTUL- Dua bocah asal Dusun Demangan, Argodadi, Sedayu tenggelam saat bermain air di aliran Sungai Koteng, Selasa (5/6/2018) sekitar pukul 10.20 WIB. Nahasnya, dari peristiwa ini, Farhan,7, tidak bisa diselamatkan, sedang rekannya Ikhsan berhasil ditolong oleh warga.
Peristiwa nahas yang dialami Farhan bermula saat dia bersama dua temannya bermain di pinggiran Sungai Koteng. Saat asyik bermain, Farhan melihat ikan di dalam air dan langsung menceburkan diri untuk menangkap ikan tersebut.
Kondisi sungai dalam dan arus yang deras membuat Farhan tenggelam. Melihat kejadian ini, Ikhsan berusaha menolong Farhan, namun yang bersangkutan juga ikut tenggelam. Sementara itu, Roni yang melihat dua temannya tenggelam langsung meminta bantuan. Warga pun berdatangan untuk memberikan pertolongan. Sayangnya saat diangkat ke permukaan, Farhan tidak bisa selamatkan. Sedang Ikhsan memiliki nasib yang lebih baik karena berkat pertolongan dari warga nyawanya dapat terselamatkan.
Panit Reskrim Polsek Sedayu Iptu Arujianto membenarkan peristiwa tenggelamnya dua bocah cilik di aliran Sungai Koteng. Menurut dia, kejadian tersebut bermula saat korban akan menangkap ikan di sungai. Namun dikarenakan tidak bisa berenang membuat korban tenggelam.
“Untuk teman korban, Ikhsan awalnya ingin menolong tapi malah ikut tenggelam,” katanya kepada wartawan, Selasa (5/6/2018).
Dia menjelaskan, guna memastikan penyebab kematian korban, petugas sudah mendatangi lokasi untuk olah Tempat Kejadian Perkara. Aru pun berharap peristiwa ini menjadi pembelajaran bersama sehigga kasus serupa tidak terulang kembali.
“Bagi para orang tua diharapkan lebih berhati-hati dan terus mengawasi anak saat bermain sehingga potensi terjadinya kecelakaan dapat dikurangi,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul mulai membahas tiga Raperda inisiatif pada Juli 2026. Total 12 Raperda ditargetkan selesai dibahas dan ditetapkan hingga akhir tahun.
LPSK menolak permohonan justice collaborator Sony Sonjaya karena dinilai tidak memenuhi syarat, termasuk diduga sebagai pelaku utama kasus MBG.
Efisiensi anggaran membuat pendampingan IKM Kulonprogo turun drastis pada 2026. DisperinkopUKM kini mencari dukungan pembiayaan di luar APBD.
Investor mulai menggarap bioskop di Wates dengan memanfaatkan eks Bioskop Mandala. Proses perizinan berjalan dan operasional ditargetkan akhir 2026.
Menkeu Purbaya memastikan tarif pajak tidak naik dalam jangka menengah. Pemerintah memilih memperluas basis pajak dan memperkuat pengawasan penerimaan negara.
Program MBG di SMP Gotong Royong Jogja dinilai tepat sasaran karena membantu memenuhi kebutuhan gizi siswa dari keluarga prasejahtera dan rentan putus sekolah.