Hadapi Kemarau Panjang, Warga Gunungkidul Diminta Bijak Memakai Air
Kemarau hingga 7 bulan diprediksi terjadi di Gunungkidul. BPBD siapkan jutaan liter air, warga diminta hemat sejak dini.
Ilustrasi. /Solopos-Agoes Rudianto
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Pemkab Gunungkidul merencanakan pelantikan kepala desa terpilih dilaksanakan pada 26 November mendatang. Untuk saat ini, proses tahapan masih dalam tahap penyampaian hasil dari desa ke pihak kecamatan.
Kepala Bagian Pemerintahan Desa, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Keluarga Berencana Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DP3AKBPMD) Gunungkidul M Farkhan mengatakan, secara umum pelaksanaan pemilihan kepala desa berjalan dengan lancar. Adapun tahapan saat ini dilakukan penyampaian hasil pemilihan secara berjenjang dari desa ke kecamatan yang dilanjutkan ke pemkab. Rencananya pelantikan digelar pada Senin (26/11/2018) mendatang.
“Prosesnya masih dari desa ke kecamatan. Nanti kalau semua sudah masuk langsung diterukan ke pemkab untuk mendapatkan Surat Keputusan dari bupati,” kata Farkhan saat dihubungi, Jumat (19/10/2018).
Dia menjelaskan, dengan pelaporan berjenjang ini, maka pemkab memutuskan untuk melantik kepala desa terpilih terpaut sekitar 1,5 bulan dari pencoblosan. “Sudah ada jadwalnya dan tenggat waktu bisa diselesaikan untuk persiapan dan menyelesaikan urusan administrasi sebelum pelantikan,” katanya.
Disinggung mengenai potensi sengketa dalam pemilihan, Farkhan mengakui jika hal tersebut sangat mungkin terjadi. Hanya saja, hingga saat ini belum ada laporan berkaitan dengan permasalahan tersebut.
“Ya kalau tidak puas bisa ajukan gugatan PTUN dan kami siap memberikan pendampingan kepada desa yang bermasalah. Namun hingga saat ini masih aman dan lancar sehingga proses bisa dilanjutkan ke tahapan berikutnya,” katanya.
Sebelumnya, Bupati Gunungkidul Badingah memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan pilkades serentak di 30 desa. Ia pun berharap pada kades terpilih agar dapat pemimpin yang amanan dan ikut berpartisipasi dalam upaya pembangunan yang dilakukan oleh pemkab.
“Selamat kepada kades terpilih harapannya bisa memberikan terbaik dan ikut dalam pembangunan di Bumi Handayani,” kata Badingah kepada wartawan, Minggu (14/10/2018).
Menurut dia, untuk penyelenggaraan pilkades dapat berjalan dengan aman, damai dan lancar. Para pendukung masing-masing calon dapat menunjukan sikap kedewasaan diri sehingga suasana tetap tenang dan aman terkendali.
“Saat pemilihan, kami terus melakukan pemantauan dan hingga rekapitulasi hasil selesai ternyata semua berjalan dengan baik dan tidak ada masalah dalam penyelenggaraan,” ungkap Badingah.
Dia menuturkan kesuksesan dalam penyelenggaraan pilkades harus dijadikan acuan sehingga pelaksanaan Pemilu 2019 juga dapat berjalan dengan lancar dan aman. “Kami berharap semua tetap kondusif. Untuk menjaga keamanan ini, pemkab akan terus berkoordinasi dengan aparat keamanan,” tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemarau hingga 7 bulan diprediksi terjadi di Gunungkidul. BPBD siapkan jutaan liter air, warga diminta hemat sejak dini.
KPAID Kota Jogja mendorong penerapan pasal lebih berat dalam kasus dugaan kekerasan anak di Daycare Little Aresha
Pemerintah memangkas anggaran MBG 2026 menjadi Rp268 triliun demi efisiensi program Makan Bergizi Gratis.
DPRD DIY memastikan tidak ada kebijakan pemutusan kerja terhadap tenaga pendidik non-aparatur sipil negara tersebut di Daerah Istimewa Yogyakarta
Prabowo targetkan pembangunan 5.000 desa nelayan lengkap SPBU khusus, cold storage, dan fasilitas es batu hingga 2027.
BNNP DIY mengungkap modus sabu disembunyikan dalam speaker di Bantul. Seorang mahasiswa ditangkap bersama sabu dan tembakau sintetis