18 Gerai KDMP Gunungkidul Lolos Verifikasi, 12 Lainnya Ditarget Rampung November
Sebanyak 18 dari 30 gerai KDMP di Gunungkidul telah selesai diverifikasi. Seluruh gerai belum beroperasi dan 12 lainnya ditargetkan diperiksa awal November.
Sugiyarto, warga Dusun Pejaten, Desa Giriwungu, Kecamatan Panggang sedang membersihkan bak penampungan air yang ada di depan rumahnya, Rabu (7/11/2018)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Memasuki musim hujan warga di Dusun Pejanten, Desa Giriwungu, Kecamatan Panggang mulai membersihkan bak penampungan air yang dimiliki. Kegiatan ini selain menjaga kebersihan, juga bertujuan menyiapkan bak untuk menampung air hujan sebagai cadangan untuk dimanfaatkan saat mengalami krisis air di musim kemarau.
Warga Pejanten, Sugiyarto, mengatakan kegiatan membersihkan bak penampungan merupakan hal yang rutin dilakukan masyarakat. Menurut dia, paling sedikit sekali dalam satu tahun bak dikuras sehingga isi dalam bak menjadi bersih.
“Sudah biasa dan saat membersihkan sampai masuk ke dalam bak yang memiliki tinggi hampir dua meter,” ungkapnya kepada Harianjogja.com, Rabu (7/11/2018).
Sugiyarto menjelaskan hampir setiap warga di Giriwungu memiliki bak penampungan air sendiri. Keberadaan bak-bak ini sangat vital karena sebagai cadangan penyimpan air.
Biasanya, bak-bak ini akan ada aliran khusus untuk menyambungkan air hujan dari atap rumah masuk ke dalam. Upaya membersihkan juga untuk mengetahui bak apakah masih berfungsi normal atau tidak. Jika ditemukan adanya kebocoran, maka bisa langsung diperbaiki.
Sugiyarto mengungkapkan keberadaan bak penampungan ini sangatlah membantu untuk memenuhi kebutuhan air bagi masyarakat. “PDAM memang sudah ada tetapi mengalirnya tidak menentu,” paparnya.
Hal tak jauh berbeda diungkakan Lestari, warga Pejaten. Menurut dia, pasokan air dari PDAM tidak bisa diandalkan karena dalam sepekan hanya mengalir satu kali. Bahkan pada saat kemarau sempat dua bulan tidak mengalir padahal air sangat dibutuhkan masyarakat.
“Kalau sudah benar-benar krisis [PDAM tidak mengalir] warga terpaksa membeli dengan harga Rp150.000 per tangkinya,” ucapnya.
Lestari mengakui bak-bak penampungan yang dimiliki sangat membantu masyarakat. Selain untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, air di dalam bak juga dimanfaatkan sebagai cadangan pada saat mengalami kekurangan.
Lestari tidak menampik pada saat kemarau di wilayahnya sering kekurangan air. Ia pun berharap instalasi PDAM dapat terus memasok air sehingga warga tidak sulit mencukupi kebutuhan air bersih. Sampai sekarang, alirannya tidak lancar dan sering macet padahal dari sisi kewajiban tidak pernah terlambat membayar pajak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 18 dari 30 gerai KDMP di Gunungkidul telah selesai diverifikasi. Seluruh gerai belum beroperasi dan 12 lainnya ditargetkan diperiksa awal November.
Oase Malioboro hadir sebagai destinasi wisata baru di Jogja dengan pertunjukan seni, budaya Jawa, teknologi imersif, dan ruang hijau.
Simulasi UMP 2027 jika naik 9,5% menempatkan upah minimum Jogja sebesar Rp2,64 juta. Cek proyeksi 38 provinsi lainnya.
Cheers Water mendukung Erafone Run 2026 di Museum Gunungapi Merapi dengan menyediakan air mineral dan fasilitas water station untuk memenuhi kebutuhan hidrasi r
Redaksi kembali menghadirkan rangkuman Top Ten News Harianjogja.com edisi Minggu (1/11/2026) yang merangkum isu paling hangat dan strategis
Sebanyak 4.500 pelari mengikuti Erafone Run 2026 Jogja Series di Museum Gunungapi Merapi dengan konsep Sunset Road Run yang memadukan olahraga, wisata, hiburan,