Makna Podhang Ngisep Sari, Ikon Gunungkidul yang Berkibar saat HUT RI
Podhang Ngisep Sari ikut berkibar di berbagai ruas jalan Gunungkidul menjelang HUT RI ke-81. Simak sejarah dan makna ikon resmi daerah ini.
Lalu lintas di ruas jalan utama Gunungkidul. /Harian Jogja-Herlambang Jati Kusumo
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Gunungkidul mensosialisasikan pembebasan lahan untuk ruas jalan Ngalang-Tawang. Sosialisasi dilakukan untuk memperlancar penyelesaian pembangunan jalur alternatif Gunungkidul-Sleman.
Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Gunungkidul Winaryo mengatakan, sosialisasi dilakukan di Balai Desa Nglegi, Patuk dan Balai Desa Ngalang, Gedangsari pada Kamis (27/12/2018).
Di dalam pertemuan ini menghadirkan tim persiapan dengan warga masyarakat terdampak pembangunan jalan alternatif Gunungkidul-Sleman. “Sosialisasi ini merupakan yang kedua kalinya,” kata Winaryo kepada wartawan, Kamis.
Menurut dia, sosialisasi menjadi kunci dalam pemabangunan. Oleh karenanya, untuk memperlancar proses maka masyarakat diberikan pemahaman terkait dengan kebijakan dalam program pembuatan jalan baru ini. “Harapannya dengan sosialisasi masyarakat bisa mengerti sehingga proses pembebasan tidak ada masalah,” ungkapnya.
Rencananya pembebasan lahan untuk jalur Ngalang-Tawang direalisasikan di tahun depan. “Mudah-mudahan semua berjalan sesuai dengan perencanaan sehingga jalur Sleman-Gunungkidul bisa segera terhubung,” katanya lagi.
Untuk diketahui, pembangunan jalur alternatif ini merupakan program dari Pemerintah DIY. Hingga saat ini, jalur alternatif belum sepenuhnya terhubung karena masih menyisakan titik yang belum dibangun, yakni di jalur Ngalang hingga Dusun Tawang, Ngoro-oro, Patuk.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Podhang Ngisep Sari ikut berkibar di berbagai ruas jalan Gunungkidul menjelang HUT RI ke-81. Simak sejarah dan makna ikon resmi daerah ini.
Kawah Sikidang dipadati wisatawan saat libur HUT RI. Kunjungan ke Dieng meningkat hingga 10.000 orang per hari saat akhir pekan.
Gempa M 7,7 NTT berkaitan dengan Flores Back Arc Thrust. Sesar ini berpotensi memicu gempa besar dan memiliki sejarah gempa merusak.
Harga emas Pegadaian Sabtu 15 Agustus 2026 naik. Antam Rp2,782 juta, Galeri24 Rp2,677 juta, dan UBS Rp2,736 juta per gram.
Peringatan Memetri Kaistimewan 14 tahun Undang-Undang Keistimewaan (UUK) DIY dimeriahkan dengan aksi donor darah di Pendopo Parasamya, Bantul Sabtu (15/8/2026).
Memasuki hari keempat, tim SAR mencari empat korban KMP Putri Yasmin dengan memperluas penyisiran Selat Lombok hingga perairan Nusa Penida.