Nelayan Gunungkidul Dilatih Sertifikasi SKN, Keselamatan Jadi Fokus Utama
Nelayan Gunungkidul mendapat pelatihan SKN, pembekalan BPJS Ketenagakerjaan, serta pemberdayaan ekonomi bagi istri nelayan.
Lalu lintas di ruas jalan utama Gunungkidul. /Harian Jogja-Herlambang Jati Kusumo
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Gunungkidul mensosialisasikan pembebasan lahan untuk ruas jalan Ngalang-Tawang. Sosialisasi dilakukan untuk memperlancar penyelesaian pembangunan jalur alternatif Gunungkidul-Sleman.
Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Gunungkidul Winaryo mengatakan, sosialisasi dilakukan di Balai Desa Nglegi, Patuk dan Balai Desa Ngalang, Gedangsari pada Kamis (27/12/2018).
Di dalam pertemuan ini menghadirkan tim persiapan dengan warga masyarakat terdampak pembangunan jalan alternatif Gunungkidul-Sleman. “Sosialisasi ini merupakan yang kedua kalinya,” kata Winaryo kepada wartawan, Kamis.
Menurut dia, sosialisasi menjadi kunci dalam pemabangunan. Oleh karenanya, untuk memperlancar proses maka masyarakat diberikan pemahaman terkait dengan kebijakan dalam program pembuatan jalan baru ini. “Harapannya dengan sosialisasi masyarakat bisa mengerti sehingga proses pembebasan tidak ada masalah,” ungkapnya.
Rencananya pembebasan lahan untuk jalur Ngalang-Tawang direalisasikan di tahun depan. “Mudah-mudahan semua berjalan sesuai dengan perencanaan sehingga jalur Sleman-Gunungkidul bisa segera terhubung,” katanya lagi.
Untuk diketahui, pembangunan jalur alternatif ini merupakan program dari Pemerintah DIY. Hingga saat ini, jalur alternatif belum sepenuhnya terhubung karena masih menyisakan titik yang belum dibangun, yakni di jalur Ngalang hingga Dusun Tawang, Ngoro-oro, Patuk.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Nelayan Gunungkidul mendapat pelatihan SKN, pembekalan BPJS Ketenagakerjaan, serta pemberdayaan ekonomi bagi istri nelayan.
Pemuda Mojosongo Solo YD diduga ditangkap Densus 88. Keluarga mempertanyakan perkara dan meminta penjelasan terkait proses hukum.
APBN 2027 memang memangkas subsidi energi Rp11,44 triliun. Namun, klaim gas langka dan harga pasti naik belum terbukti.
Disertasi Jejen Hendar di UII menyoroti pengelolaan TJSP yang masih formalitas dan mendorong regulasi berbasis keadilan sosial.
Menag Nasaruddin Umar mengajak ASN Kemenag, guru, tokoh agama, dan santri menjadi agen Perlinsos untuk membantu pendataan penerima bansos.
Operasi kebakaran Transhome ditutup, tetapi basement masih bersuhu 200 derajat Celsius dan satu armada damkar tetap disiagakan.