Rawan Kecelakaan, Warga Minta Jalur Gedang Klutuk Diperlebar
Jalur Gedang Klutuk menuju Pantai Wediombo rawan kecelakaan. Warga Jepitu berharap pemerintah melakukan pelebaran jalan.
Wakapolres Gunungkidul Kompol Verena Sri Wahyuningsih (depan, kedua dari kanan) saat melakukan rilis ungkap kasus pencabulan yang dilakukan seorang PNS di Aula Mapolres Gunungkidul, Senin (4/3/2019)/Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Jajaran Satreskrim Polres Gunungkidul mengungkap kasus pencabulan yang dilakukan seorang ayah terhadap anak tirinya di Kecamatan Semin yang telah berlangsung sejak 2016-2018. Atas perbuatannya, tersangka berinisial SM, 59, dan notabene berstatus sebagai pegawai negeri sipil (PNS) langsung dicokok polisi.
Kasatreskrim Polres Gunungkidul, AKP Riko Sanjaya, mengatakan ungkap kasus pencabulan terhadap Bunga (bukan nama sebenarnya) bermula dari laporan ibu korban berinisial Sur pada Senin (29/1). Laporan ini pun dijadikan dasar untuk pengembangan kasus hingga akhirnya polisi menangkap SM yang tak lain adalah ayah tiri korban. “Sudah kami tahan dan sekarang masih menunggu proses hukum lanjutan,” kata Riko kepada wartawan, Senin (4/3/2019).
Riko menjelaskan, berdasar hasil pemeriksaan kasus pencabulan yang dilakukan SM terjadi sejak pertengahan 2016 hingga 2018. Meski demikian, Riko menegaskan bahwa kasus ini hanya sebatas pelecehan seksual dan belum mengarah ke pemerkosaan. “Masih sebatas meraba-raba tubuh korban,” katanya.
Tindak asusila yang terjadi bertahun-tahun membuat Bunga depresi hingga akhirnya melaporkan perbuatan bejat ayah tirinya ke ibu kandungnya. Pelaku menggunakan modus tipu muslihat dalam menjalankan perbuatan bejatnya, yakni berdalih mengecek keperawanan korban. “Pencabulan ini berlangsung lama dan korban depresi bahkan sempat diperiksakan ke rumah sakit di Klaten. Tak berhenti di sini, pelaku tetap nekat menjalankan aksinya dengan dalih penyembuhan dengan metode rukiah,” kata Riko.
Selain menangkap tersangka, polisi juga menyita satu buah kaus warna merah muda dan satu buah celana kain warna biru. “Kami proses sesuai dengan hukum yang berlaku. Kami juga menerjunkan Unit Pelayaan Perempauan dan Anak untuk memberikan pendampingan terhadap korban,” kata mantan Kasatreskoba Polres Gunungkidul ini. Oleh penyidik tersangka dijerat dengan Pasal 82 Undang-Undang No.17/2016 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.
Wakapolres Gunungkidul, Kompol Verena Sri Wahyuningsih, menambahkan berdasar pemeriksaan diketahui bahwa SM berstatus sebagai pegawai negeri sipil (PNS). Meski demikian, hal tersebut bukan menjadi alasan untuk tidak menyelesaikan kasus hingga tuntas. “Kasus hukum harus terus berjalan,” katanya.
Menurut dia, kasus ini harus menjadi pembelajaran bersama karena tindak kejahatan bisa berasal dari lingkungan terdekat. Oleh karena itu Verena meminta partisipasi dari masyarakat untuk terus peduli terhadap lingkungan sekitar.
Disinggung mengenai kasus pencabulan, ia mengungkapkan jumlah kasus di Gunungkidul masih mengkhawatirkan. Sebagai gambaran, mulai Januari hingga akhir Februari 2019 sudah ada empat kasus pencabulan. Dua kasus terjadi di Kecamatan Semin, satu kasus di Kecamatan Tanjungsari dan satu kasus lain terjadi di Kecamatan Playen. “Untuk kasus di Kecamatan Playen masih dalam pengembangan, untuk tiga kasus lainnya sudah diproses,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jalur Gedang Klutuk menuju Pantai Wediombo rawan kecelakaan. Warga Jepitu berharap pemerintah melakukan pelebaran jalan.
Veda Ega Pratama finis keempat di Moto3 Qatar 2026 setelah memulai balapan dari posisi ke-14 akibat penalti.
Bali United mengalahkan Persik Kediri 3-0 pada pekan kesembilan Super League 2026/2027. Kemenangan mengantar Serdadu Tridatu ke posisi ketiga.
MJO mulai melemah, tetapi kekeringan di Kulonprogo masih melanda 8 kapanewon. BPBD telah menyalurkan 898 tangki air bersih.
Target cadangan minyak 60 hari dinilai perlu dicapai bertahap. Pengadaan stok tambahan 40 hari diperkirakan membutuhkan Rp70 triliun.
Pelni memberikan diskon 30% tiket kapal kelas ekonomi untuk keberangkatan 17 Desember 2026 hingga 10 Januari 2027.