Puskesmas Wonosari 2 Bersiap Tempati Bekas Kantor Dinkes
Dinas Kesehatan Gunungkidul akan menempati gedung baru di kompleks kantor Pemkab terpadu sehingga gedung lama dipergunakan layanan Puskesmas Wonosari 2.
Seorang warga tengah memperhatikan bangunan rumah makan yang roboh akibat ombak besar yang melanda Pantai Drini, Kecamatan Tanjungsari, Rabu (25/7/2018)./Harian Jogja-Jalu Rahman Dewantara
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul segera menata kawasan Pantai Baron, Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari. Meski demikian, realisasi program belum terlaksana dalam waktu dekat karena masih menunggu selesainya detail engineering design (DED). Sebagai gantinya, Dinas Pariwisata (Dinpar) menyiapkan program penataan Pantai Drini, Desa Banjarejo, Kecamatan Tanjungsari.
Sekretaris Dinpar Gunungkidul, Hary Sukmono, mengatakan penataan kawasan pantai merupakan program dari Pemkab Gunungkidul. Meski demikian, jika dilihat dari kesiapan, maka penataan lebih dahulu dilakukan di Pantai Drini yang sudah memiliki DED. “Kami kerjakan yang sudah siap, karena untuk menata Pantai Baron kami harus membuat DED. Jadi, fokus penataan dilakukan di Pantai Drini lebih dulu,” kata Hary kepada wartawan, Minggu (21/4/2019).
Menurut dia, untuk penataan Pemkab mengalokasikan Rp800 juta. Diharapkan dengan alokasi ini maka kawasan Pantai Drini bisa ditata sehingga terlihat rapi dan indah. “Sekarang masih semrawut karena banyak bangunan yang melanggar kawasan sempadan pantai,” tuturnya.
Hary menegaskan jajarannya terus melakukan sosialisasi kepada warga agar penataan dapat berjalan dengan lancar tanpa konflik sehingga tidak ada masalah saat pelaksanaan. “Kami selesaikan dulu penataan Pantai Drini, kemudian Pantai Baron dan selanjutnya Krakal,” kata mantan Kepala Bidang Pengembangan Produk Pariwisata ini.
Wakil Ketua DPRD Gunungkidul, Supriyadi, mendukung penuh upaya Pemkab untuk menata kawasan pantai. Dia berharap Pemkab memberikan sosialisasi kepada warga sehingga pelaksanaan tidak menimbulkan masalah. “Ya kalau langsung ditata pasti akan ada penolakan. Agar tidak terjadi penolakan, maka dibutuhkan pendampingan dengan cara memberikan sosialisasi kepada warga tentang pentingnya penataan,” katanya.
Menurut dia, penataan adalah sebuah langkah membuat kawasan pantai agar lebih rapi dan tertata serta indah. Selain itu, penataan juga sebagai upaya menghindarkan dampak kerugian materi pada saat terjadinya ancaman gelombang tinggi. “Harapannya dengan penataan, maka kawasan pantai bisa lebih indah sehingga bisa meningkatkan kunjungan,” katanya.
Bupati Gunungkidul, Badingah, menegaskan penataan kawasan pantai merupakan program yang dilaksanakan secara bertahap karena menyangkut kemampuan anggaran. “Beberapa hari lalu baru dirapatkan dan konsep penataan masih terus dibahas di rapat selanjutnya,” kata Badingah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Kesehatan Gunungkidul akan menempati gedung baru di kompleks kantor Pemkab terpadu sehingga gedung lama dipergunakan layanan Puskesmas Wonosari 2.
Dua SPPG di Kulonprogo masih disuspend. Pemkab memperketat pengawasan SOP dan mendorong seluruh pengelola melengkapi perizinan.
Program Tani Cilik di Kapanewon Turi mengajak anak-anak memanen padi, melon, ubi, hingga mengikuti tradisi Wiwitan.
Yusril Ihza Mahendra meminta Polda Jawa Barat meningkatkan patroli keamanan menyusul polemik sayembara penangkapan begal.
Aktivitas Gunung Merapi masih tinggi dengan status Level III (Siaga). BPPTKG mencatat satu awan panas guguran dan 151 guguran lava pada periode 17-23 Juli 2026.
Timnas Indonesia mewaspadai permainan disiplin Kamboja pada laga pembuka Grup A Piala AFF 2026 di Stadion Pakansari.