Disdukcapil Gunungkidul Buka Layanan Ekstra untuk Pemilih Pemula
Disdukcapil Gunungkidul membuka layanan ekstra bagi pemilih pemula yang genap 17 tahun agar bisa mengurus KTP-el dan menggunakan hak pilih.
Seorang warga tengah memperhatikan bangunan rumah makan yang roboh akibat ombak besar yang melanda Pantai Drini, Kecamatan Tanjungsari, Rabu (25/7/2018)./Harian Jogja-Jalu Rahman Dewantara
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul segera menata kawasan Pantai Baron, Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari. Meski demikian, realisasi program belum terlaksana dalam waktu dekat karena masih menunggu selesainya detail engineering design (DED). Sebagai gantinya, Dinas Pariwisata (Dinpar) menyiapkan program penataan Pantai Drini, Desa Banjarejo, Kecamatan Tanjungsari.
Sekretaris Dinpar Gunungkidul, Hary Sukmono, mengatakan penataan kawasan pantai merupakan program dari Pemkab Gunungkidul. Meski demikian, jika dilihat dari kesiapan, maka penataan lebih dahulu dilakukan di Pantai Drini yang sudah memiliki DED. “Kami kerjakan yang sudah siap, karena untuk menata Pantai Baron kami harus membuat DED. Jadi, fokus penataan dilakukan di Pantai Drini lebih dulu,” kata Hary kepada wartawan, Minggu (21/4/2019).
Menurut dia, untuk penataan Pemkab mengalokasikan Rp800 juta. Diharapkan dengan alokasi ini maka kawasan Pantai Drini bisa ditata sehingga terlihat rapi dan indah. “Sekarang masih semrawut karena banyak bangunan yang melanggar kawasan sempadan pantai,” tuturnya.
Hary menegaskan jajarannya terus melakukan sosialisasi kepada warga agar penataan dapat berjalan dengan lancar tanpa konflik sehingga tidak ada masalah saat pelaksanaan. “Kami selesaikan dulu penataan Pantai Drini, kemudian Pantai Baron dan selanjutnya Krakal,” kata mantan Kepala Bidang Pengembangan Produk Pariwisata ini.
Wakil Ketua DPRD Gunungkidul, Supriyadi, mendukung penuh upaya Pemkab untuk menata kawasan pantai. Dia berharap Pemkab memberikan sosialisasi kepada warga sehingga pelaksanaan tidak menimbulkan masalah. “Ya kalau langsung ditata pasti akan ada penolakan. Agar tidak terjadi penolakan, maka dibutuhkan pendampingan dengan cara memberikan sosialisasi kepada warga tentang pentingnya penataan,” katanya.
Menurut dia, penataan adalah sebuah langkah membuat kawasan pantai agar lebih rapi dan tertata serta indah. Selain itu, penataan juga sebagai upaya menghindarkan dampak kerugian materi pada saat terjadinya ancaman gelombang tinggi. “Harapannya dengan penataan, maka kawasan pantai bisa lebih indah sehingga bisa meningkatkan kunjungan,” katanya.
Bupati Gunungkidul, Badingah, menegaskan penataan kawasan pantai merupakan program yang dilaksanakan secara bertahap karena menyangkut kemampuan anggaran. “Beberapa hari lalu baru dirapatkan dan konsep penataan masih terus dibahas di rapat selanjutnya,” kata Badingah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Disdukcapil Gunungkidul membuka layanan ekstra bagi pemilih pemula yang genap 17 tahun agar bisa mengurus KTP-el dan menggunakan hak pilih.
Tren baju murah untuk foto liburan merebak di kalangan turis China. Pakaian lalu dibuang atau dijual kembali dan memicu isu limbah tekstil.
Power window mobil seret bisa disebabkan debu hingga karet aus. Kenali penyebab dan cara mengatasinya dengan silicone spray.
Nguyen Xuan Son cedera hamstring dan absen 4-6 pekan. Striker Vietnam itu harus mundur dari FIFA ASEAN Cup 2026
Cek harga emas Antam, Galeri24 dan UBS di Pegadaian beserta harga buyback dalam berbagai ukuran, dari 0,5 gram hingga 1.000 gram.
Kata oke ternyata punya sejarah sejak 1839. Istilah OK pertama kali tercatat di Boston Morning Post sebagai singkatan jenaka.