BPBD Gunungkidul Kaji Sinkhole Tileng Bersama Tim Undip
BPBD Gunungkidul menggandeng tim ahli Undip untuk mengkaji sinkhole di Tileng, Girisubo, yang terus melebar di area pertanian warga.
Ilustrasi. /Reuters-Tyrone Siu
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Ketua Kaukus Perempuan DPRD Gunungkidul, Ery Agustin S, memastikan keterwakilan perempuan di kursi Dewan meningkat. Hal ini terlihat dari hasil rekapitulasi perhitungan suara di KPU Gunungkidul.
“Belum bisa mencapai 30 persen, tetapi secara jumlah ada peningkatan dan keterwakilannya mencapai 22,22 persen,” katanya saat ditemui Harian Jogja, Jumat (10/5/2019).
Ery menjelaskan di Pemilu 2014 hanya ada enam caleg perempuan yang terpilih. Untuk Pemilu 2019 jumlah perempuan yang terpilih bertambah menjadi 10 orang. Partai Nasional Demokrat (Nasdem) menjadi partai yang paling banyak mengirimkan wakil dengan tiga orang perempuan, disusul PDI Perjuangan dan PKB masing-masing mengirimkan dua wakil perempuan. Sedangkan untuk Golkar, PAN dan Demokrat masing-masing meloloskan satu orang Dewan perempuan. “KPU belum menetapkan caleg terpilih, tapi berdasarkan perhitungan yang dilakukan peta kursi keterwakilan perempuan juga sudah terlihat,” kata politikus Partai Golkar ini.
Disinggung mengenai komposisi, caleg perempuan yang terpilih masih didominasi oleh muka-muka lama. Pasalnya, dari 10 caleg yang lolos, enam di antaranya merupakan petahana dan caleg yang pernah menduduki kursi DPRD. “Yang benar-benar baru ada empat orang. Untuk Ibu Endah Subekti K, pada saat pencalonan [Pemilu 2019] tidak menjadi anggota Dewan, tapi di Pemilu 2014 sempat terpilih dan mundur saat maju di Pilkada 2015,” tuturnya.
Ery menuturkan meski belum bisa mencapai kuota 30%, hasil Pemilu 2019 sudah sangat baik. Dia berharap kehadiran anggota Dewan perempuan bisa memberikan warna baru sehingga dapat secara maksimalkan dalam upaya aspirasi, khususnya memperjuangkan hak-hak perempuan. “Inginnya bisa mencapai 30 persen, toh di dalam pencalegan ada persyaratan ini. Tetapi berdasarkan pilihan dari masyarakat ternyata belum bisa terpenuhi,” ujarnya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Anggota DPRD Gunungkidul dari Fraksi Handayani, Suhartini. Menurut dia, Dewan perempuan bisa memberikan suara khususnya untuk memperjuangkan hak-hak dari kaum perempuan.
Ia bersyukur hingga saat ini sudah banyak hak yang telah diakomodasi seperti perlindungan perempuan dari kekerasan seksual, kekerasan dalam rumah tangga . Namun demikian, pencapaian tersebut tak lantas membuat perjuangan menjadi berhenti karena masih banyak hak yang lain belum difasilitasi. “Memperjuangkan hak-hak perempuan tidak hanya menghilangkan diskriminasi. Namun tujuan utama dari perjuangan untuk memberikan jaminan dan perlindungan terhadap hak-hak yang dimiliki. Oleh karena itu sebagai anggota Dewan perempuan terpanggil untuk terus memperjuangkan sehingga tidak selalu menjadi objek diskriminasi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul menggandeng tim ahli Undip untuk mengkaji sinkhole di Tileng, Girisubo, yang terus melebar di area pertanian warga.
Wali Kota Solo Respati Ardi mengevaluasi petugas keamanan Stadion Manahan setelah kasus hilangnya sepeda Polygon viral di media sosial.
Polres Jayawijaya mencatat 24 korban tenggelam akibat jembatan gantung Wouma putus di Wamena berhasil dievakuasi tim gabungan.
Polresta Sleman buka suara soal curhatan Shinta Komala yang mengaku jadi korban kriminalisasi terkait dugaan penggelapan iPhone.
Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta menunda keberangkatan 89 calon haji nonprosedural yang memakai visa kerja hingga iqama.
Veda Ega Pratama tetap berada di posisi lima besar klasemen Moto3 2026 usai finis kedelapan pada seri Catalunya di Spanyol.