WFH Tak Harus 50 Persen, Pemda DIY Sesuaikan Kebutuhan OPD
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Tumpukan sampah di area belakang UPT Malioboro, Rabu (12/6/2019)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA—Libur Lebaran, sampah yang dihasilkan oleh tempat wisata meningkat cukup signifikan.
Kepala Dinas Lingkungan Higup Kota Jogja, Suyana, mengatakan salah satu objek wisata yang terbanyak memproduksi sampah adalah Malioboro. Jika di hari biasa, kata dia, Malioboro hanya menghasilkan sampah sekitar dua rit per hari, khusus libur Lebaran lalu, produksi sampah bisa mencapai lebih dari tiga rit.
“Padahal penyetoran sampah ke Tempat Pembuangan Sampah Terpadu [TPST] Piyungan justru turun. Karena banyak penggerobak sampah rumah tangga yang mudik,” ucap dia kepada Harianjogja.com, Rabu (12/6/2019).
Saat Ramadan lalu, peningkatan sampah juga tidak terlalu signifikan. Ia mengaku telah mengimbau masyarakat sebelum memasuki Ramadan agar pelaksanaan buka bersama tidak menggunakan dus atau kertas, tetapi menggunakan piring.
Begitu pula saat Lebaran, dia juga mengimbau masyarakat dan Panitia Hari Besar Islam (PHBI) untuk melaksanakan Lebaran tanpa sampah. “Kami juga menyebar video tips lebaran tanpa sampah, dan itu efektif, dibanding tahun lalu lebih sedikit,” kata dia.
Setiap Lebaran, dia memperkirakan lonjakan sampah di Kota Jogja paling tinggi adalah 10%. Tahun ini dia mengaku angkanya tak sampai segitu. Selain karena memang banyak yang mulai sadar pengurangan sampah, juga libur lebaran tahun ini lebih singkat.
Khusus untuk Malioboro, di libur Lebaran, DLH Jogja telah menyediakan satu truk tambahan yang digunakan untuk mengangkut sampah dari UPT Malioboro ke TPA Piyungan. “Tetapi masih banyak sampah yang belum masuk truk, mungkin manajemennya yang kurang bagus,” katanya.
Kepala UPT Malioboro, Ekwanto, mengatakan selama libur Lebaran tahun ini memang terjadi lonjakan produksi sampah hingga tiga kali lipat. Keterbatasan tenaga kebersihan diakuinya menjadi salah satu penyebab sampah di UPT belum semua tertangani.
Meski begitu dia mengklaim sampah yang berada di sepanjang Malioboro telah tertangani dengan baik, karena petugas kebersihan beroperasi sepanjang hari. “Untuk yang depan aman terkendali, karena itu kan wajah Jogja, jadi yang penting yang depan dulu,” kata dia.
Dari pantauan Harianjogja.com, di area belakang UPT Malioboro, tumpukan sampah terlihat menggunung di sekitar truk sampah milik DLH Jogja. Di hari biasa, tumpukan sampah itu tidak ada. Beberapa petugas terlihat merapikan sampah di dalam truk.
Di situ setiap pagi sampah diangkut oleh dua truk, truk engkel dan truk tambahan dari DLH Jogja. Petugas mengangkuti sampah ke truk pada malam hari, dan paginya truk mengangkut sampah ke TPA.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Polda Metro Jaya menetapkan tujuh tersangka dalam bentrokan di Menteng yang menewaskan satu orang dan melukai satu korban lainnya.
Profesi teknisi pelayanan darah masih belum banyak dikenal masyarakat. Padahal, tenaga inilah yang bertanggung jawab memastikan setiap kantong darah aman
BGN menutup 833 dapur SPPG pelaksana Program MBG karena melanggar SOP, mulai dari kasus keracunan hingga IPAL yang tidak memenuhi syarat.
Kecelakaan beruntun di Jalan Raya Malang-Surabaya, Pasuruan, menewaskan empat orang setelah truk bermuatan kertas diduga hilang kendali.
Workshop Bekali Kontingen Festival Kethoprak DIY 2026, Disbud Fokus pada Pembinaan dan Regenerasi Seniman Muda