PERAMPOKAN : Polisi Kesulitan Ungkap Perampok Rumah Juragan Palawija

06 Juni 2013 11:39 WIB Ujang Hasanudin Gunungkidul Share :

[caption id="attachment_413146" align="alignleft" width="370"]http://www.harianjogja.com/baca/2013/06/06/perampokan-polisi-kesulitan-ungkap-perampok-rumah-juragan-palawija-413143/police-line-3" rel="attachment wp-att-413146">http://images.harianjogja.com/2013/06/POLICE-LINE-370x267.jpg" alt="" width="370" height="267" /> Foto Police Line
JIBI/Harian Jogja/Ujang Hasanudin[/caption]

GUNUNGKIDUL-Polisi mengaku kesulitan mengungkap pelaku perampokan di rumah juragan palawija di Desa Jurangrejo, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Gunungkidul.

Kasat Reskrim Polres Gunungkidul Ajun Komisaris Polisi Suhadi mengatakan, dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) diketahui dua perampok masuk rumah korban melalui pintu belakang.

Pelaku mencungkil pintu dengan linggis. Polisi juga mengamankan brang bukti berupa linggis, botol minuman air kemasan sisa minyak tanah, kerudung penutup wajah, serta sidik jari dilokasi perampokan. “Pelakunya masih kita selidiki,” katanya.

Suhadi mengaku kesulitan untuk mengungkap pelaku karena korban tidak sempat melihat wajah pelaku. “Korban tidak kelingan wajahnya, sampai sekarang juga masih shock,” ujarnya, Kamis (6/6).

Polisi masih membutuhkan keterangan beberapa saksi, terutama korban, untuk melengkapi sidik jari pelaku dan beberapa barangbukti yang yang diduga milik pelaku yang tertinggal di lokasi perampokan.

“Kami masih akan minta keterangan korban lagi,” tegas perwira pertama berpangkat balok tiga dipundaknya.

Rumah juragan palawija di Dusun Jambu RT 04/ Rw 01, Desa Jurangjero, Kecamatan Ngawen disatroni perampok bercadar, Rabu (5/6) dini hari. Pelaku diketahui dua orang, dengan sadis memukuli pemilik rumah dan mengancam akan membakar hidup-hidup.

Beruntung saat pelaku menyiramkan sebotol minyak tanah ke sekujur tubuh korban, korban teriak sehingga pelaku melarikan diri. Peristiwa perampokan itu terjadi sekitar pukul 02.00 WIB, saat pemilik rumah Kardi, 60 dan istrinya Kamiyem, 50, tidur lelap.

Hingga Rabu sore Kardi masih diopname di Rumah Sakit Islam Klaten karena sejumlah luka dibagian wajah akibat dianiaya pelaku.