SEPUTAR JOGJA : Semua Izin Pembangunan Hotel di Jogja Bakal Ditunda Pemkot

11 Juni 2013 17:51 WIB Redaksi Solopos Jogja Share :

[caption id="attachment_414821" align="alignleft" width="370"]http://www.harianjogja.com/baca/2013/06/11/seputar-jogja-semua-izin-pembangunan-hotel-di-jogja-bakal-ditunda-pemkot-414819/malioboro-desi-suryanto-4" rel="attachment wp-att-414821">http://images.harianjogja.com/2013/06/Malioboro-Desi-Suryanto-370x246.jpg" alt="" width="370" height="246" /> Foto Jalan Maliboro
JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto[/caption]

JOGJA-Pemerintah Kota Jogja mulai mempertimbangkan rencana pembatasan pembangunan hotel baru di wilayah ini yang akan dituangkan dalam sebuah peraturan. Izin pembangunan hotel baru bakal diproses, tapi ditunda.

"Kami akan melakukan kajian mengenai pembangunan hotel di Jogja, sebelum melakukan pembatasan atau pengaturan pembangunannya," kata Walikota Jogja Haryadi Suyuti di Jogja, Selasa (11/6/2013).

Menurut dia, pembangunan hotel baru harus didasarkan pada pemerataan kawasan. Meskipun demikian, Haryadi belum dapat menyebutkan wilayah di Kota Jogja yang telah dianggap jenuh dengan hotel atau kawasan yang masih dimungkinkan didirikan hotel baru.

Mengenai rencana pembangunan hotel yang sudah mengajukan permohonan izin, akan tetap diproses, namun untuk rencana pembangunan baru dimungkinkan akan ditunda terlebih dulu.

Sebelumnya, warga Karangkajen, Kecamatan Mergangsan, mengajukan penolakan atas rencana pembangunan hotel baru di wilayahnya karena mengkhawatirkan adanya perubahan budaya di lingkungan itu.

Pemerintah Kota Jogja melalui Wakil Walikota Imam Priyono telah menjamin tidak akan ada pembangunan hotel baru, karena warga tidak setuju. Proses pengajuan izin untuk pembangunan hotel harus didasarkan pada kesepakatan warga sekitar.

Berdasarkan data dari Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jogja, pertumbuhan hotel di Provinsi DIY cukup tinggi, sehingga mengakibatkan adanya penurunan tingkat hunian hotel hingga 10% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Sebelumnya, Ketua PHRI Yogyakarta Istidjab mengatakan hotel berbintang diperkirakan masih akan mampu bersaing di tengah pertumbuhan hotel yang sangat tinggi. Namun, tidak demikian untuk hotel kelas melati.

"Hotel melati akan sulit bersaing dengan hotel baru yang semakin menjamur. Oleh karena itu, setelah 2014, diharapkan tidak ada lagi pembangunan hotel di Jogja," katanya.

Dari data Dinas Perizinan Kota Yogyakarta, terdapat 64 hotel baru yang mengajukan izin pembangunan selama dua tahun terakhir melalui Dinas Perizinan Kota Yogyakarta. Sebanyak 48 di antaranya sudah memperoleh izin mendirikan bangun bangunan (IMBB) pada 2012, dan kini dalam proses pembangunan.

Selain hotel, juga terdapat rencana pembangunan dua kondotel baru yang akan dilakukan pada akhir 2013.