Tinggal Empat Bulan, Kimpraswil Kejar Proyek

05 September 2013 12:43 WIB Jumali Jogja Share :

[caption id="attachment_444550" align="alignleft" width="450"]http://www.harianjogja.com/baca/2013/09/05/tinggal-empat-bulan-kimpraswil-kejar-proyek-444548/pengaspalan-jalan-solopos-4" rel="attachment wp-att-444550">http://images.harianjogja.com/2013/09/pengaspalan-jalan-solopos.jpg" alt="" width="450" height="300" /> Ilustrasi perbaikan jalan (JIBI/Harian Jogja/Solopos)[/caption]

Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Pemukiman dan Prasarana Wilayah (Kimpraswil) Kota Jogja tetap akan menyelesaikan sejumlah proyek infrastruktur tahun ini meski sisa waktu efektif tidak sampai empat bulan.

Pada APBD 2013, total besaran anggaran program di Kimpraswil Rp50,5 miliar. Jumlah itu naik menjadi Rp68 miliar pada Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara Perubahan (PPAS-P) 2013.

Dari kenaikan sebesar Rp18,5 miliar itu, Rp10 miliar di antaranya akan dipakai untuk kegiatan peningkatan jalan dan jembatan. Adapun pos program kegiatan tersebut adalah peningkatan Jalan Batikan tahap VI, Jalan Brigjen Katamso dan penguatan simpang jalan.

Padahal sisa lebih penggunaan anggaran (Silpa) pada APBD 2012 dari Kimpraswil adalah sebesar Rp6 miliar. Sementara penggunaan anggaran APBD 2013 hingga Agustus baru terserap 30%.

Kepala Kimpraswil Jogja, Toto Suroto mengaku optimistis capaian serapan anggaran dengan sisa waktu yang ada.

Alasannya, proyek yang belum dijalankan bukan merupakan proyek dengan spek khusus. Apalagi, kini cuaca dianggap bersahabat.

"Kami yakin bisa selesai. Lagian proyek tersebut masih bisa dikebut," kata Kepala Kimpraswil Jogja, Toto Suroto, Rabu (4/9/2013).

Dia menambahkan, pada PPAS-P 2013 pihaknya sengaja tidak memasukkan proyek pembangunan Jalan Batikan. Alasannya, besaran anggaran proyek jalan sebesar Rp5 miliar tersebut telah masuk dalam APBD murni 2013.

"Overlay [penebalan] aspal jalan, saluran air hujan dan talut masih bisa dikejar. Sementara untuk penguatan simpang kami belum bisa pastikan," jelasnya.

Menurut Toto, begitu APBDP disahkan, pihaknya akan langsung membuka tender. Meski terkesan kejar target, tetapi pihaknya memastikan spek yang digunakan untuk penyelesaian proyek tersebut tidak akan dikurangi.