Pemkab Pemalang Kunker di Gunungkidul

16 September 2013 15:32 WIB Ujang Hasanudin Gunungkidul Share :

[caption id="attachment_448008" align="alignleft" width="250"]http://www.harianjogja.com/baca/2013/09/16/pemkab-pemalang-kunker-di-gunungkidul-448006/logo-kabupaten-gunungkidul" rel="attachment wp-att-448008">http://images.harianjogja.com/2013/09/logo-kabupaten-gunungkidul.jpg" alt="" width="250" height="195" /> Logo Pemerintah Kabupaten Gunungkidul (Istimewa)[/caption]

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Rombongan Pemerintah Kabupaten Pemalang dan Dewan Perwakilan Daerah Kabupaten setempat melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Gunungkidul, Senin (16/9).

Dalam kunker yang diketuai oleh wakil DPRD Pemalang Noor Rosadi membahas soal peraturan daerah (Perda) tentang pertambangan, pariwisata dan perda ijin usaha.

Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi dalam menyambut rombongan kunker Pemkab Pemalang menyatakan, Gunungkidul memiliki tradisi yang kuat dan berbeda dibanding wilayah lain.

Salah satunya tradisi rasulan yang cukup meriah setara dengan hari raya Idul Fitri. Tradisi yang setiap tahun digelar tersebut cukup bagus bisa menyedot sampai warga di perantauan.

“Tradisi tersebut memang cukup bagus, namun untuk mengembangkan ekonomi masyarakat perlu gerakan perubahan. Jika sebelumnya investasi sosial, perlu dikembangkan ke investasi ekonomi,” kata Immawan.

Kabag Humas dan Protokoler Agus Kamtono menambahkan, untuk penarikan pajak usaha di Gunungkidul dan Pemalang berbeda. Di Gunungkidul, kata Agus, industri kecil dibiarkan terlebih dahulu untuk berkembang, setelah berkembang maka baru diterapkan kewajiban pajak ijin usaha dan sebagainya.

Selesai kunker, rombongan kunker kemudian mengunjungi objek wisata pantai di Gunungkidul.