Pembangunan Rumah Sakit di Sentolo Berhenti karena Kontraktor Tak Mampu Talangi Proyek

One hundred thousand rupiah notes are seen through a magnifying glass in this photo illustration taken in Singapore, in this file picture taken March 14, 2013. Banks in Singapore are stubbornly against adopting domestically set reference rates for derivative contracts in the Indonesia rupiah, despite preparing to drop their own rate fixing for the Malaysian ringgit and Vietnamese dong. To match Analysis MARKETS-INDONESIA/FIXING REUTERS/Edgar Su - Files (SINGAPORE / Tags: BUSINESS)
03 Februari 2014 14:54 WIB David Kurniawan Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO-Pihak kontraktor pembangunan rumah sakit di Sentolo Kulonprogo, PT Trisna Karya masih berkoordinasi untuk menyelesaikan pembangunan.

Perusahaan tersebut melalui pengawas proyek, Budi Santoso membenarkan jika http://www.solopos.com/2014/02/03/pembangunan-rumah-sakit-di-sentolo-dihentikan-sementara-486693" target="_blank">untuk sementara waktu proyek diberhentikan. Dia berdalih, sampai saat ini kontraktor tidak mampu menalangi proyek ini hingga selesai, sehingga proyek itu diberhentikan.

"Saya minta sabar untuk menunggu, kami sedang melakukan koordinasi untuk kelanjutan proyek ini," katanya, Minggu (2/2/2014).

Dijelaskanya, molornya pembangunan rumah sakit dikarenakan beberapa hal. Di antaranya, peletakan batu pertama molor hingga 2 minggu dari waktu yang ditentukan. Penyebab lainnya, kurangnya personel pelaksana dan mereka juga kurang berkualitas.

Selain itu, dalam pengerjaannya juga tidak ada metode yg jelas, serta tidak konseptual. "Semua sudah kami sampaikan ke PPK, terkait molornya pembangunan," papar dia.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kulonprogo Bambang Haryatno membenarkan jika program pembangunan rumah sakit di Kecamatan Sentolo diberhentikan sementara waktu.

Tujuannya, guna diadakan evaluasi terhadap kontraktor, apakah nantinya dalam proses penyelesaiannya menggunakan kontraktor yang sama, atau berganti pelaksana.

"Masih dalam evaluasi, dan saya belum bisa memutuskannya," katanya.

Dia berharap proses pembangunan rumah sakit ini segera selesai dan dapat segera difungsikan. Selain itu, tujuannya agar pelaksanaan program pembangunan selanjutnya juga segera bisa direalisasikan, seperti pembangunan laboratorium, penambahan ruangan rawat inap.

"Memang ada kemoloran. Tapi dalam kontrak per 23 Desember lalu, proyek akan selesai pertengahan bulan ini," katanya.