Advertisement
DAMPAK LETUSAN KELUD : Pasokan Air di Jogja Normal
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA-Hujan abu yang mengguyur Kota Jogja pekan lalu, tidak menggangu pelayanan konsumsi air di PDAM Tirta Marta, Jogja. Secara kualitas air yang disalurkan ke warga tidak terkena dampak dari hujan abu.
"Tetap normal, hanya secara tekanan air itu akan berkurang. Ini karena penggunaaan yang bersamaan, sehingga pancurannya lebih kecil dari biasanya," ungkap Direktur PDAM Tirta Marta Dwi Agus Triwidodo, Selasa (18/2/2014).
Advertisement
Menurut dia, secara kualitas tidak berubah, baik sebelum terjadi hujan abu atau setelahnya. Sebab, mayoritas air yang diambil dari sumur dalam sehingga sangat jauh dan sulit bisa kemasukan debu vulkanik erupsi Gunung Kelud.
"Sebanyak 90% pasokan air berasal dari air sumur bor, jadi sangat sulit bisa terkena polusi," ungkapnya.
Hanya, lanjutnya, kondisi bak penampungan yang terbuka membuat bak tersebut sedikit tercemar. Namun, pihaknya memastikan jika air yang disuplai ke konsumen tidak tercemar polusi karena, adanya filter membuat material vulkanik itu tersaring sehingga mentok di area penyaringan.
"Kondisinya sudah steril ketika disalurkan ke warga. Material itu pasti akan tersaring di pipa-pipa penyaringan," papar dia.
Meski demikian, dia tetap meminta kepada pelanggan untuk bersabar, karena akibat peristiwa itu pelayanan di PDAM mungkin sedikit terganggu. Karena, fokus saat ini BUMD itu membantu pemkot untuk membersihkan debu-debu, terutama di fasilitas-fasilitas umum.
"Ya mungkin alirannya tidak seperti biasa dan harap pelanggan memaklumi hal itu," imbaunya. (David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Tangis Pecah Sambut Kepulangan Tiga Prajurit Gugur di Lebanon
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement




