GUNUNG KELUD MELETUS: Sultan HB X Berbagi Pengalaman

JIBI/Harian Jogja/Desi SuryantoGubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X bersama rombongan berangkat menuju Kediri, Jawa Timur seperti terlihat pada Rabu (19/02 - 2014). Kunjungan Gubernur itu tidak semata/mata untuk menyerahkan bantuan kepada korban erupsi Gunung Kelud namun juga akan ada dengar pedapat dan berbagi pengalaman tentang penanganan bencana yang pernah dilakukan DIY saat menghadapi erupsi Gunung Merapi.
20 Februari 2014 04:23 WIB Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA – Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menyerahkan langsung bantuan korban erupsi Gunung Kelud di Kediri Jawa Timur. Maksud kedatangannya ke lokasi bencana, juga karena ingin berbagai pengalaman penanganan paska bencana.

Raja Kraton Kraton Ngayogyakarta tersebut berangkat dari Kantor Gubernur, Kepatihan, Rabu (19/2/2014) sekitar pukul 11.00 WIB, dengan menggunakan mobil pribadinya Alpard hitam berpelat AB 10 H. Berada dalam satu mobil dengan Sultan adalah Walikota Jogja Haryadi Suyuti dan Kepala BPBD Gatot Saptadi.

Bupati Bantul Sri Surya Widati juga ikut dalam iring- iringan rombongan gubernur yang dikawal oleh mobil patroli pengawal. Rombongan berangkat empat jam setelah Wakil Gubernur DIY Paku Alam IX melepas bantuan berupa bahan bangunan, kebutuhan anak-anak dan perempuan, dan makanan saji yang diangkut oleh 14 truk. “Mereka tidak mau terima uang. Mereka minta untuk membantu rumah rumah yang rusak,” ujar Sultan.

Dengan mengantarkan langsung, Sultan mengharapkan terjadi dialog dengan pemerintah daerah setempat dalam penanganan atau rekonstruksi pascabencana. Meski belum bisa membandingkan dengan penanganan bencana Merapi, Sultan melihat ada permasalahan penanganan bencana Kelud.

“Seperti dapur umum, pengungsi sendiri yang masak. Berarti bisa ada yang terlambat waktu mereka makan,” ujar dia.

Sultan bisa berkesimpulan seperti itu, karena dari pengalaman DIY dalam menangani bencana. Tak hanya Merapi, pengalaman dalam penanganan bencana Jogja adalah dari gempa 2006 silam. “Dari pengalaman Jogja kan saya bisa mengatakan itu.”

Bantuan baru akan diserahkan pada Kamis (20/2/2014). Berdasarkan rencana, sekitar pukul 10.00 WIB, rombongan langsung bertolak kembali ke Jogja.