Tanggap Darurat DIY Selesai, BPBD Sleman Lanjutkan Penanganan Abu

JIBI/Solopos/Ardiansyah Indra KumalaPetugas PMI dibantu siswa membersihkan lapangan SMK Negeri 2, Manahan, Solo, Selasa (18 - 2). Kegiatan tersebut untuk menghilangkan sisa abu vulkanis erupsi Gunung Kelud agar tidak membahayakan siswa saat berolahraga.
21 Februari 2014 13:29 WIB Rima Sekarani Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman melakukan evaluasi terkait tanggap darurat bencana hujan abu vulkanik Gunung Kelud.

Kepala BPBD Sleman, Julisetiono Dwi Wasito mengatakan, hingga hari terakhir tanggap bencana pada Kamis (20/2/2014), penanganan bencana khususnya pembersihan abu vulkanik baru mencapai 65%.

Melihat kondisi tersebut, penanganan abu vulkanik akan tetap dilanjutkan hingga Minggu (23/2) nanti. Sasarannya diutamakan ke pasar, puskesmas, dan sekolah.

“Sekolah dasar [SD] ada 500 dan baru 200 yang terjangkau. Puskesmas belum semua,” ungkap Julisetiono Dwi Wasito.

Kendaraan yang digunakan pada upaya pembersihan abu akan dikurangi. Jika sebelumnya ada 20 kendaraan, sekarang hanya dengan sembilan unit kendaraan, terdiri dari empat mobil pemadam kebakaran dan lima mobil tangki milik Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan. Pengurangan tersebut dikarenakan adanya kendaraan yang harus diperbaiki.

“Dua mobil pemadam kebakaran BPBD masuk bengkel karena biasanya sebulan lima kali memadamkan kebakaran, kini harus menyemprot lima kali sehari,” jelas Julisetiono Dwi Wasito usai rapat evaluasi tanggap darurat, Kamis (20/2/2014) sore.