Advertisement
Duh, Seniman Malioboro Curi Sepeda untuk Bayar Kontrakan
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA-Noor Achlis, 41, seniman lukis yang biasa mangkal di Malioboro harus menjalani hukuman penjara di Markas Polsekta Mantrijeron, Jogja. Pria kelahiran Kudus, Jawa Tengah itu dilaporkan telah mencuri sepeda di Masjid Danunegaran, Mantrijeron.
Kepala Polsekta Mantrijeron Komisaris Polisi Sugiyanta mengatakan, Tersangka ditangkap oleh sang pemilik sepeda Yudi Mardono bersama warga di salah satu jual beli sepeda bekas di Krapyak Wetan, Panggungharjo, Sewon, Bantul pada Sabtu (8/11/2014) siang.
Advertisement
Dijelaskan Sugiyanta, saat itu pemilik toko didatangi korban bahwa ia kehilangan sepeda Polygon lengkap dengan ciri-cirinya pada Rabu (6/11/2014) pagi saat salat subuh di Masjid.
Korban berharap jika ada yang menjual sepeda dengan ciri-ciri yang ia uangkapkan agar segera menghubunginya.
"Sabtu siang kebetulan tersangka menjual sepeda curian itu. Pemilik toko langsung memberitahu korban. Saat itu juga korban dan warga menangkap tersangka dan menyerahkannya ke polisi," papar Sugiyanta, Minggu (9/10/2014) malam.
Polisi langsung melakukan pemeriksaan terhadap korban, tersangka, maupun saksi-saksi. Dari hasil pemeriksaan itu, Sugiyanta menyatakan, bukti-bukti pencurian yang dilakukan Noor Achlis sudah kuat. Kepada polisi tersangka juga mengakui sudah tiga kali mencuri sepeda.
"Menurut pengakuan tersangka uang hasil penjualan sepeda curian rencana akan digunakan untuk membayar kontrakan dan kebutuhan sehari-hari," tandas Sugiyanta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Wisata ke Meksiko Dilarang Bawa Vape, Turis Terancam Penjara 8 Tahun
Advertisement
Berita Populer
- Pemkab Sleman Siapkan Rp55 Miliar untuk Premi JKN di APBD 2026
- Pemkot Genjot Program Jogja Tanpa Rumput Demi Ruang Publik Nyaman
- Damkar Sleman Evakuasi Ular Sanca 3,5 Meter di Tempel
- Kasus Leptospirosis Gunungkidul 2025 Capai 30 Orang, 1 Warga Meninggal
- YKC10K 2026 Digelar 8 Februari, Tantang 1.000 Pelari di Jogja
Advertisement
Advertisement




