Pendaki Asal Bogor Meninggal Saat Turun dari Gunung Merbabu
Pendaki asal Bogor meninggal dunia usai merasa tidak enak badan saat mendaki Gunung Merbabu via Selo. Korban diduga mengalami serangan jantung.
Sebuah bus angkutan umum tampak masih beroperasi melayani penumpang di depan Pasar Condongcatur, Depok, Sleman, Rabu (19/11/2014) pagi.(Rima Sekarani/JIBI/Harian Jogja)
Harianjogja.com, BANTUL—Aksi mogok massal Organisasi Angkutan Darat (Organda) Bantul sebagai bentuk protes atas kebijakan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak subsidi berjalan serentak, Rabu (19/11/2014).
Aksi mogok operasi para awak angkutan umum hanya berlangsung sehari saja sehingga Kamis (20/11/2014) hari ini seluruh anggota Organda Bantul kembali beraktivitas.
Ketua Organda Bantul Slamet mengatakan aksi mogok massal sudah mendapatkan respons Pemerintah DIY dan disambut baik pengurus dan seluruh paguyuban angkutan umum yang bernaung di Organda Bantul. “Mogok massal hari ini [kemarin] sudah cukup,” ujarnya, di sela-sela memantau jalannya aksi mogok, Rabu (19/1/2014).
Slamet mengatakan tuntutan Organda Bantul sama seperti organda kabupaten dan Organda DIY, yakni kenaikan harga BBM perlu adanya kebijakan khusus. Organda Bantul menuntut agar subsidi bahan bakar khusus untuk keperluan jasa angkutan umum tetap pada harga lama.
Secara detail, Slamet menjelaskan tuntutan harga lama untuk BBM jenis solar tetap diharga Rp5.500 per liter dan premium Rp6.500 per liter. “Organda keberatan kalau harus mengikuti harga lama yang ditetapkan pemerintah,” ujarnya.
Selain karena alasan kondisi di lapangan saat ini penumpang terbatas, hasil yang diperoleh setiap hari terus menurun. Slamet menyebutkan awak angkutan umum kalau harus membeli bahan bakar di harga Rp8.500 per liter solar dan Rp7.500 per liter premium cukup berat.
Slamet menambahkan jasa pelayanan transportasi darat selama ini tidak semata-mata hanya upaya mendapatkan keuntungan pribadi para sopir maupun pengusaha angkutan darat. Jasa angkutan umum juga membantu pemerintah dalam penyediaan pelayanan transportasi rakyat yang murah, aman dan nyaman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pendaki asal Bogor meninggal dunia usai merasa tidak enak badan saat mendaki Gunung Merbabu via Selo. Korban diduga mengalami serangan jantung.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 20 Juli 2026 lengkap dari Stasiun Jogja hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 dengan 15 perjalanan setiap hari.
PT Isuzu Astra Motor Indonesia menjadi satu-satunya produsen kendaraan komersial yang seluruh produknya ber-TKDN dengan capaian tertinggi lebih dari 62 persen.
Basarnas memperluas area pencarian 18 korban KM Nurul Salsa hingga 1.980 mil laut dengan dukungan alutsista laut dan udara pada hari keenam operasi SAR.
Dana kompensasi tenaga kerja asing menjadi penyumbang terbesar PNBP Kemnaker. Pemerintah kini mengkaji besaran kompensasi yang telah berlaku selama puluhan tahu
Revisi UU Hak Cipta berisiko rugikan media dan publik. Belajar dari negara lain, RI diminta hati-hati.