KENAIKAN HARGA BBM : Angkutan Umum Minta Harga BBM Lama

Kamis, 20 November 2014 10:05 WIB
KENAIKAN HARGA BBM : Angkutan Umum Minta Harga BBM Lama

Sebuah bus angkutan umum tampak masih beroperasi melayani penumpang di depan Pasar Condongcatur, Depok, Sleman, Rabu (19/11/2014) pagi.(Rima Sekarani/JIBI/Harian Jogja)

Harianjogja.com, BANTUL—Aksi mogok massal Organisasi Angkutan Darat (Organda) Bantul sebagai bentuk protes atas kebijakan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak subsidi berjalan serentak, Rabu (19/11/2014).

Aksi mogok operasi para awak angkutan umum hanya berlangsung sehari saja sehingga Kamis (20/11/2014) hari ini seluruh anggota Organda Bantul kembali beraktivitas.

Ketua Organda Bantul Slamet mengatakan aksi mogok massal sudah mendapatkan respons Pemerintah DIY dan disambut baik pengurus dan seluruh paguyuban angkutan umum yang bernaung di Organda Bantul. “Mogok massal hari ini [kemarin] sudah cukup,” ujarnya, di sela-sela memantau jalannya aksi mogok, Rabu (19/1/2014).

Slamet mengatakan tuntutan Organda Bantul sama seperti organda kabupaten dan Organda DIY, yakni kenaikan harga BBM perlu adanya kebijakan khusus. Organda Bantul menuntut agar subsidi bahan bakar khusus untuk keperluan jasa angkutan umum tetap pada harga lama.

Secara detail, Slamet menjelaskan tuntutan harga lama untuk BBM jenis solar tetap diharga Rp5.500 per liter dan premium Rp6.500 per liter. “Organda keberatan kalau harus mengikuti harga lama yang ditetapkan pemerintah,” ujarnya.

Selain karena alasan kondisi di lapangan saat ini penumpang terbatas, hasil yang diperoleh setiap hari terus menurun. Slamet menyebutkan awak angkutan umum kalau harus membeli bahan bakar di harga Rp8.500 per liter solar dan Rp7.500 per liter premium cukup berat.

Slamet menambahkan jasa pelayanan transportasi darat selama ini tidak semata-mata hanya upaya mendapatkan keuntungan pribadi para sopir maupun pengusaha angkutan darat. Jasa angkutan umum juga membantu pemerintah dalam penyediaan pelayanan transportasi rakyat yang murah, aman dan nyaman.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online