UNGGAS MATI MENDADAK : Dinkes Cegah Penularan pada Manusia

Seorang peternak menyemprot disinfektan di kandang burung puyuh yang terserang virus Avian Influenza di Dusun Sedan, Desa Sidorejo, Lendah, Jumat (9/1/2015). (JIBI/Harian Jogja - Holy Kartika N.S)
10 Januari 2015 19:25 WIB Kulonprogo Share :

Unggas mati mendadak karena flu burung harus segera ditangani agar tidak menular pada manusia.

Harianjogja.com, KULONPROGO—Dinas Kesehatan Kulonprogo memeriksa warga yang tinggal di Dusun Sedan, Desa Sidorejo, Kecamatan Lendah, lokasi peternakan burung puyuh yang terserang flu burung.

Di peternakan milik Ponijo, 75, warga setempat, kini tak tersisa satu pun burung puyuh.

“Sudah habis semua [ternak burung puyuh], kejadian pertama sekitar 3.600 ekor yang mati. Itu di kandang sisi utara, kemarin sore [Kamis] mulai menyebar ke kandang lain. Sampai sekarang total lebih dari 9.500 ekor yang mati,” ujar Ponijo saat ditemui, Jumat (9/1/2015).

Ponijo mengatakan sudah berusaha melakukan penyemprotan disinfektan ke kandang yang sebelumnya tidak terinfeksi. Namun, penyebaran virus yang begitu cepat membuat upaya tersebut tak berhasil dilakukan.

Meski begitu, Ponijo mengaku pasrah usaha ternak burung puyuh yang dibangunnya selama puluhan tahun itu harus merugi awal 2015 ini. Ponijo menegaskan, akan memulai kembali usahanya apabila status bebas dari flu burung sudah dikeluarkan.

“Dinas [Kesehatan] sudah memberi tahu bahayanya, jadi saya tidak masalah kalau harus rugi. Saya juga khawatir kalau sampai keluarga ada yang terkena virus,” papar Ponijo.

Kepala Dinkes Kulonprogo Bambang Haryatno mengatakan, telah berkordinasi dengan Dinas Kelautan, Perikanan dan Peternakan (Diskepenak) Kulonprogo dalam upaya pengendalian virus terhadap manusia. Sesuai informasi yang diterima dari hasil uji laboratorium Balai Besar Veteriner (BBVet), virus flu burung positif menyerang salah satu desa di Lendah. Dinkes juga mulai melakukan kordinasi dengan Puskesmas Lendah II untuk melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap warga di sekitar lokasi tersebut.

“Kami sudah berkomunikasi dengan petugas Puskesmas setempat untuk melakukan pemantauan terhadap orang yang berada di sekitar lokasi tersebut, melalui petugas DSO [District Surveillance Officer],” jelas Bambang kemarin.

Kepala Puskesmas Lendah II Hendro Suwarno menambahkan, petugas masih berada di lapangan untuk melakukan pemantauan. Pemantauan dilakukan dengan mendatangi setiap rumah yang ada di sekitar lokasi tersebut. Dia menjelaskan, pemantauan tersebut dilakukan dengan melihat kondisi warga, apakah ada tanda-tanda klinis penularan virus dari unggas.

“Sampai saat ini belum ada keluhan dari warga terkait penyebaran virus AI yang hampir sepekan ini terjadi di salah satu peternakan unggas. Hasil pemantauan , sementara juga belum ada. Kalau nanti ditemukan dan peralatan medis tidak memadai, maka kami akan rujuk ke rumah sakit,” ungkap Hendro.