TEMUAN SENJATA API : Ketakutan, Warga Prambanan Unggah Temuan Senpi di Facebook

Petugas Polsek Prambanan menunjukkan senpi sejenis FN yang ditemukan dari seorang pembeli barang bekas berikut amunisi (di dalam botol). Barang tersebut diamankan di Mapolsek Prambanan, Sabtu (7/3/2015) (JIBI/Harian Jogja - Sunartono)
08 Maret 2015 11:20 WIB Sunartono Sleman Share :

Temuan senjata api kembali terjadi. Kali ini, yang menemukan adalah pembeli barang bekas.

Harianjogja.com, SLEMAN - Warga Dusun Plempoh RT 03 RW 14 Desa Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Zaenal Abidin, 18, mengunggah temuan senjata api (senpi) genggam semi otomatis sejenis FN (five seven) di akun situs jejaring sosial facebook miliknya, Jumat (6/3/2015) siang. Zaenal mengunggahnya setelah ketakutan menyaksikan ibunya yang tidak sengaja menemukan senpi mematikan itu berikut ratusan amunisi. Polsek
Prambanan yang mengetahui hal tersebut lalu mengamankan senpi dan amunisinya.

Kapolsek Prambanan Kompol Khundori menjelaskan penemuan senpi itu berawal ketika Sri Lestari, 39, yang juga orangtua Zainal tengah berkeliling membeli barang bekas di berbagai wilayah di Jogja pada Jumat (6/3/2015). Sekitar pukul 11.00 WIB Sri Lestari ditawari untuk membeli tembaga dan besi oleh pekerja bangunan proyek perumahan berlokasi di depan LPP Yogyakarta di kawasan Demangan.

"Pekerja bangunan itu menawarkan, Bu gelem mbayari tembogoku ora? [Bu, mau membeli tembagaku tidak?]. Ini tembaga peninggalan Belanda di temukan saat menggali tanah untuk pondasi rumah katanya begitu,” ujar Khundori saat menirukan proses transaksi tersebut, Sabtu (7/3/2015).

Selain sebuah tembaga, pekerja bangunan yang tidak diketahui identitasnya itu juga menjual sebatang besi berkarat. Tetapi Sri Lestari, lanjutnya, tidak memahami bahwa besi berkarat itu merupakan Senpi semi otomatis berikut ratusan amunisi. Menurutnya Sri sempat menimbang kedua benda itu memiliki berat 2,5 kilogram kemudian dibayar Rp60.000 kepada pekerja bangunan tersebut. Sri Lestari pun melanjutkan perburuan barang bekas tanpa memiliki rasa curiga.

Khundori menambahkan, sesampai di Plempoh, Bokoharjo, sekitar pukul 14.00 WIB, Sri lalu membersihkan hasil pembelian barang bekas tak terkecuali sebuah besi berkarat itu di depan rumahnya. Tetapi Zaenal Abidin curiga saat melihat orangtuanya, Sri Lestari membersihkan besi berkarat yang tak lain adalah senpi semi otomatis sejenis FN berikut amunisi.

Ia mengatakan Zaenal Abidin sempat merasa ketakutan ketika melihat ibunya membawa ratusan peluru dan senpi meski sudah berkarat. Khawatir karena terjadi hal-hal yang tidak diinginkan lalu meminta ibunya untuk berhenti membersihkan amunisi dan senpi tersebut. Kemudian sempat mengunggahnya di akun facebook miliknya.

"Butiran peluru dan senpi sudah berkarat. Nah Zainal Abidin merasa ketakutan kemudian mengunggahnya di media sosial. Lalu anggota Reskrim dan Intelkam menindaklanjuti dan datang ke TKP," ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan di rumah Sri Lestari, bahwa memang benar telah ditemukan satu pucuk senpi sejenis FN yang sudah berkarat. Kondisi senpi masih terdapat magazine yang agak sedikit terbuka keluar. Selain tubuh senpi, temuan juga disertai dengan amunisi berjumlah 148 butir untuk senjata laras panjang dan 12 butir amunisi untuk senjata laras pendek. Hingga Sabtu (7/3/2015) pihaknya masih menyimpan barang bukti tersebut di Mapolsek Prambanan untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

"Sementara dapat kami sampaikan bahwa senpi itu berasal dari seseorang pekerja bangunan yang tidak diketahui identitasnya. Sengaja menjualnya karena sudah berkarat," kata dia.