TANAH LONGSOR KULONPROGO : Satu Rumah Hancur, Belasan Lainnya Rusak

22 Maret 2015 18:20 WIB Holy Kartika Nurwigati Kulonprogo Share :

Tanah longsor Kulonprogo menimpa sejumlah rumah hingga rusak bahkan ada yang hancur

Harianjogja.com, KULONPROGO- Hujan lebat yang mengguyur sebagian besar wilayah di Kulonprogo, Minggu (22/3/2015) dini hari menyebabkan longsor di wilayah Pegunungan Menoreh.

Sebuah rumah milik Sigit Pramono, 32, warga Dusun Ngroto, Desa Pendoworejo Girimulyo hancur setelah tertimpa material longsor.

Setidaknya ada 20 titik longsor yang terjadi di wilayah Kecamatan Girimulyo. Di antaranya, 13 rumah rusak dan tujuh ruas jalan tertutup material longsor.

Kondisi terparah terjadi di RT 3 RW 2 Dusun Ngroto, Desa Pendoworejo. Tebing setinggi 20 meter longsor dan menimpa rumah. Rumah milik Sigit dan kandang ternak milik Parmi rusak tertimpa material longsor dengan ketebalan hingga sepuluh meter.

Bahkan, material longsor yang meluncur hingga hampir 100 meter tersebut juga telah menutup ruas jalan kabupaten di desa itu. Meski kerusakan yang ditimbulkan cukup parah, namun tidak ada korban jiwa dari kejadian tersebut. Namun, akibat bencana itu kerugian ditaksir mencapai Rp100 juta.

Tri Yuwono, 56, ayah Sigit yang tinggal tak jauh dari rumahnya mengatakan, longsor terjadi sekitar pukul 03.00 WIB. Ketika kejadian tersebut, rumah anaknya dalam keadaan kosong.

Dia mengungkapkan, akibat kejadian itu kerugian diperkirakan mencapai Rp100 juta mengingat kerusakan rumah sangat parah.

"Saya dengar suara gemuruh keras, lalu saya bangun dan langsung keluar untuk melihat. Saya lihat rumah Sigit sudah tertimpa longsor san tanah masih meluncur ke bawah sampai menutup jalan. Lalu saya sama istri dan anak langsung menyelamatkan diri," papar Yuwono.

Camat Girimulyo Purwono mengatakan, longsor juga terjadi setidaknya di 18 titik di Desa Purwosari. Di mana 11 titik longsor diantaranya mengenai rumah warga, sedangkan tujuh titik lainnya menutup akses jalan kabupaten, jalan desa dan jalan lingkungan.

"Rumah yang kena longsor sudah dikondisikan warga sekitar. Ruas jalan yang tertimbun longsoran juga sudah dibersihkan. Karena materialnya juga cukup besar, warga juga gunakan alat berat untuk membersihkan. Seperti yang terjadi di Kedungtawang, batuan besar seukuran mobil pick up terbawa material longsor sampai ke bawah," ungkap Purwono.