4 Desa di Tanjungsari Bentuk Forum Anak, Apa Itu?

Bocah-bocah peserta didik Taman Pendidikan Quran (TPQ) Masjid Al Ikhlas, Mojosongo, Solo bermain permainan mencari tugas malaikat saat outbound di Monumen 45, Banjarsari, Solo, Jawa Tengah, Minggu (15/6/2014). Permainan yang diikuti 30 anak tersebut digelar demi memberi bekal mereka menjelang datangnya bulan Ramadan 1435 Hijriah, masa umat Islam berpuasa. (Ardiansyah Indra Kumala/JIBI - Solopos)
31 Maret 2015 06:21 WIB Kusnul Isti Qomah Gunungkidul Share :

Sebanyak 4 desa di Kecamatan Tanjungsari membentuk forum anak

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Empat desa di Kecamatan Tanjungsari mengikuti jejak Desa Kemadang membentuk forum anak.

Kasubbid Perlindungan Perempuan dan Anak Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMPKB) Gunungkidul Sri Mulad mengatakan, kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari sosialisasi kecamatan ramah anak di Kecamatan Tanjungsari beberapa waktu lalu.

Forum anak di keempat desa tersebut dibentuk, Minggu (29/3/2015).

“Saya harap, ini akan menjadi komitmen mereka dan saling bersinergi untuk memajukan anak-anak terutama terkait hak dan kewajiban anak,” ungkap dia, Senin (30/3/2015).

Ada pun keempat desa tersebut yaki Hargosari, Kemiri, Banjarejo, dan Ngestirejo. Camat Tanjungsari Witanto mengatakan, keempat desa tersebut mengikuti jejak Desa Kemadang yang lebih dulu merintis forum anak sejak dua tahun lalu. Kecamatan Tanjungsari pun menjadai kecamatan pertama yang ramah anak.

“Desa Kemadang menjadi desa yang sudah berkomitmen terhadap hak dan kewajiban anak. Saya memang berharap keempat desa lainnya mengikuti jejak Desa Kemadang,” imbuh dia.

Pembentukan forum anak tersebut di bawah pendampingan SOS Children’s Village. Pendamping dari SOS Children’s Village Dede Apriyanto mengatakan, pembentukan empat forum anak desa tersebut untuk mengembangkan partisipasi anak di Gunungkidul.

Selain itu, kegiatan ini juga untuk mendukung Kecamatan Tanjungsari menjadi embrio Kabupaten Layak Anak.

“Kami juga melakukan sosialisasi sekolah ramah anak sebagai indikator kecamatan ramah anak pada 25-28 Maret 2015,”  imbuh dia.

Ia menambahkan, dalam pembentukan forum anak, ada kegiatan yang serentak dilakukan yakni sosialisasi mengenai forum anak, Focus Group Discussion (FGD) di desa masing-masing, pembentukan pengurus forum anak desa, dan penyimpulan suara anak dari FGD.  Kegiatan tersebut diikuti 120 anak dari keempat desa. Mereka mengikuti dengan antusias yang tinggi.

Kepala Desa Hargosari Sumono mengungkapkan, pembentukan forum anak diharapkan bisa menjadi wadah untuk mencari solusi atas permasalahan yang ada seputar anak. Misalnya saja soal pernikahan dini hingga remaja sadar HIV.

“Kami akan memberikan fasilitas sesuai kemampuan desa karena pembentukan forum anak sudah ada regulasi, ketentuan, dan surat edaran dari Bupati,” ujar dia.