BPD DIY Targetkan Aset Tembus Rp10 Triliun

Ilustrasi uang kertas rupiah. (Abdullah Azzam/JIBI - Bisnis)
03 Mei 2015 08:20 WIB Kusnul Isti Qomah Jogja Share :

BPD DIY menargetkan asetnya bisa menembus Rp10 triliun

Harianjogja.com, JOGJA-Bank Pembangunan Daerah (BPD) DIY menargetkan aset yang dimiliki pada 2015 bisa menembus angka Rp10 triliun.

Direktur Utama BPD DIY Bambang Setiawan mengungkapkan, tahun ini, pertumbuhan ditarget  27,1% baik Dana Pihak Ketiga (DPK) maupun kredit sehingga pada 2015, aset bisa mencapai Rp10 triliun. Ia mengungkapkan, optimistis mencapai target tersebut meskipun dimungkinkan ada koreksi.

“Pertumbuhan nasional saja dikoreksi dari 5,7% menjadi 5,2%. Tentunya kami juga waspada dengan perlambatan ekonomi,” ungkap dia, baru-baru ini.

Untuk mencapai target tersebut, ada beberapa langkah yang dilakukan. Salah satunya dengan penambahan kantor cabang baru. Menurutnya, penambahan tersebut bisa saja dari tidak ada menjadi ada atau dari kantor kas pembantu menjadi kantor cabang.

“Tahun ini, penambahan kantor cabang baru sekitar 15 unit yang tersebar di seluruh wilayah DIY,” lanjut dia.

Selain itu, BPD DIY berinisiatif untuk mengembangkan program nir kantor atau laku pandai. BPD DIY bekerjasama dengan BPDNet Online sehingga bisa terhubung secara online dengan BPD di seluruh Indonesia dan bank lain.

Untuk Anjungan Tunai Mandiri (ATM), Bambang mengaku, BPD sudah terhubung dengan lebih dari 100.000 ATM baik sesama BPD maupun bank lain yang tergabung dalam ATM Bersama dan ATM Prima.

“Tahun ini ditargetkan bisa mulai. Dengan adanya BPDNet Onlie, masyarakat di pelosok pun bisa melakukan transaksi,” imbuh dia.

Selain itu, salah satu program yang menjadi unggulan yakni pembinaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Pimpinan Kelompok Kredit Mikro BPD DIY Christina Hariarsi yang mengampu mengungkapkan, untuk mendukung program berbagai pendampingan terhadap UMKM binaan pun diberikan.

“Kami melihat, para pengusaha mikro memiliki semangat yang tinggi sehingga mereka  bisa bertahan dalam kondisi apapun,” lanjut dia.

Dia menambahkan, sampai saat ini sudah ada 27.472 debitur dari UMKM. Ia pun menargetkan bisa ada penambahan 10% debitur untuk 2015. Ia mengungkapkan, pengusaha mikro sudah bisa mengakses kredit sampai Rp500 juta dengan agunan kios, los, BPKB, atau sertifikat.