PERAMPOKAN DI SLEMAN : Mobil Terperosok, Komplotan Perampok Tertangkap

06 Mei 2015 06:20 WIB Sunartono Sleman Share :

Perampokan di Sleman terungkap dan tertangkap pelakunya, setelah mobil mereka terperosok

Harianjogja.com, SLEMAN - Polsek Berbah menangkap tiga orang anggota komplotan perampok setelah beraksi di Dusun Kalongan, Jogotirto, Berbah, Sleman belum lama ini.

Terungkapnya kelompok Cirebon ini setelah mobil yang digunakan terperosok ke dalam parit tak jauh dari lokasi perampokan.

Ketiga tersangka yaitu Trisnadi, 37, warga Suromenggolo RT 01 RW 01, Kejaksa, Cirebon; Mulyani, 28, warga Gang Mulya RT 01 RW 03 Jatimulya, Gunungjati, Cirebon.

Serta Aziz Suhendro, 31, asal Cirebon yang kemudian diserahkan ke Polres Cirebon karena beberapa kali melakukan aksi yang sama di kabupaten tersebut. Sedangkan dua pelaku lainnya kini tengah diburu petugas.

Kapolsek Berbah Kompol Gunawan menjelaskan tersangka melakukan aksi di rumah sekaligus toko Budi Jaya milik Budi Hartono, 34, di Dusun Kalongan RT 06 RW 12 Jogotirto, Berbah.

Mereka masuk dengan melompat pagar dan ke pekarangan lalu mencongkel jendela yang kebetulan tidak ada teralisnya. Setelah berhasil masuk, tersangka langsung menodong korban yang tinggal bersama istrinya.

"Mencongkel pakai obeng dan masuk menuju kamar korban lalu menodong korban dengan belati dan parang," terangnya di Mapolsek Selasa (5/5/2015).

Para pelaku lalu mengikat tangan istri korban dan melakban mulutnya. Hal yang sama juga dilakukan terhadap korban Budi, tetapi tidak diikat dengan tali melainkan diborgol sekaligus mulut dilakban.

Setelah menyekap pasangan suami istri tersebut, mereka menguras isi rumah dengan cara meminta kunci toko. Berhasil membuka toko, kemudian mengambil barang seperti rokok senilai Rp22 juta serta uang tunai Rp75 juta.

Sejumlah ponsel, tablet dan barang elektronik milik korban pun disikat tersangka hingga total kerugian setelah dihitung mencapai Rp110 juta.

Korban berhasil melepaskan diri setelah komplotan perampok meninggalkan rumahnya, dengan berteriak dan meminta bantuan warga. Sekitar pukul 03.30 WIB pihaknya mendapatkan laporan warga terkait peristiwa perampokan yang menimpa Budi.

Setelah dilakukan olah TKP, berjarak 300 hingga 400 meter dari rumah korban ditemukan mobil Avanza warna hitam bernopol G 8939 KB yang terperosok di parit. "Di dalam mobil ada peralatan yg dimungkinkan seperti bor, sebo dan tas," ungkapnya.

Setelah mobil berhasil dievakuasi, lanjutnya, tiba-tiba datang tersangka Mulyani yang saat itu mengaku sebagai pemilik. Ia pun langsung diangkut ke Mapolsek Berbah untuk diperiksa.

Hasilnya, Mulyani hari itu juga mengaku hanya sebagai sopir dalam aksi tersebut dan langsung ditahan. Berdasarkan keterangan Mulyani, melalui koordinasi dengan Polres Cirebon pihaknya memburu empat tersangka lain. Dua diantaranya ditangkap secara bertahap di Cirebon.

Untuk tersangka Trisnadi dibawa ke Polsek Berbah, sedangkan Aziz Suhendro diserahkan ke Mapolsek Cirebon. Karena menjadi dalang perampokan pada empat TKP di Cirebon seperti di Alfamart Gunungjati dan toko kelontong.

Barang bukti yang diamankan berupa satu unit mobil avanza hitam G 8939 KB, bor, obeng, ponsel, sebo, celana jeans dan rokok. Dari hasil penyidikan tersangka Trisnadi, Aziz dan dua pelaku lain sebagai eksekutor. Sebelum beraksi mereka berganti pakaian dan memakai sebo agar tidak dikenali wajahnya.

"Mulyani menunggu lumayan jauh dari TKP. Setelah mendapatkan telpon dari tersangka lain untuk menjemput, tapi saat akan memutar mobil yang dikemudikan terperosok," urainya.

Tersangka Trisnadi mengaku setelah melihat mobil terperosok ia bersama ketiga rekannya kabur ke Cirebon menggunakan taksi. Sedangkan Mulyani diminta mengurus mobil karena ia yang bertugas sebagai sopir sekaligus merental. Sejumlah barang hasil curian sempat ada yang ditinggal di lokasi kejadian.

"Saya dapat Rp13 Juta, Mulyani Rp10 Juta yang lainnya ada yang Rp15 Juta, beda-beda," ungkap dia di Mapolsek Berbah.

Saat beraksi ia memakai penutup wajah. Sengaja menyasar rumah dan toko milik Budi di Berbah, karena salahsatu temannya yang kini masih diburu mengetahui seluk beluk rumah korban. "Kebetulan saya baru sekali ikut [merampok]," kata dia.