PENGGUNAAN DANAIS : Abdi Dalem Kraton Solo Pun Kecipratan Danais

Bupati Sepuh Imogiri KPH Soeryonegoro (kiri) saat menerima honor sebagai abdi dalem Kraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat dari Asisten III Setda DIY, GBPH Yudhaningrat di Joglo Kekanjengan Imogiri, Rabu (6/5/2015). (JIBI/Harian Jogja - Arief Junianto)
07 Mei 2015 20:40 WIB Arief Junianto Bantul Share :

Penggunaan danais tidak hanya untuk warga DIY tetapi juga abdi dalem Kraton Solo yang bertugas di DIY.

Harianjogja.com, BANTUL-Setelah menunggu lama, abdi dalem Kraton Kasunanan Surakarta yang bertugas di DIY, akhirnya mendapatkan honor yang layak. Uniknya, mereka tak menerima honor dari Kraton tempat mereka mengabdi, namun justru dari pemerintah DIY melalui Dana Keistimewaan. Bagaimana reaksi mereka?

Sumadi hanya tersenyum saat ditanya soal honor yang dia terima dari Kraton Kasunanan Surakarta, tempatnya mengabdi. "Cuma Rp3.450 per bulan," katanya sambil membenarkan posisi duduk di salah satu sudut Joglo Kekanjengan Imogiri, Rabu (6/5/2015) siang.

Dia seolah enggan diajak berbincang soal honor itu lebih jauh. Baginya, abdi dalem tak memiliki tugas lain selain mengabdi untuk kraton. "Namanya saja abdi. Bisa mengabdi setulus hati bagi saya sudah sangat memuaskan," ujarnya.

Honor dari Kraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat itu tentu saja jauh dari kata cukup. Namun, dengan ekspresi wajahnya yang tak berhenti tersenyum itu, ia seperti menegaskan bahwa hidup sederhana adalah kunci utama baginya untuk tetap bisa bersyukur.

Untuk hidup sehari-hari, ia sama sekali tak mengandalkan upah dari statusnya sebagai abdi dalem. Tanpa menyebutkan profesinya di luar sebagai abdi dalem, ia mengaku sudah bisa menghidupi keluarganya.

"Meski sederhana dan apa adanya, yang penting barokah," ujarnya.

Meski demikian, Sumadi tetap tak bisa menyembunyikan kegembiraannya ketika Pemerintah DIY mencairkan dana untuk honor abdi, termasuk bagi sekitar 71 abdi dalem Kraton Kasunanan Surakarta yang bertugas di wilayah DIY, seperti dirinya.

"Meski kami tak pernah berharap, tapi kalau dikasih seperti ini, ya disyukuri," ujarnya.

Untuk abdi dalem dari Kraton Kasunanan Solo, Pemerintah DIY mencairkan Danais mencapai Rp148 juta, meski sebenarnya hal itu bukan menjadi tanggung jawab Pemerintah DIY.

"Tapi bagaimanapun, mereka [abdi dalem] kan bekerja di Jogja. Mereka juga turut andil menjaga lestarinya kabudayan Ngayogyakarta," ujar Erlina Hidayati, Kepala Bidang Sejarah, Purbakala dan Museum Dinas Kebudayaan (Disbud) DIY, Rabu.

Ada tiga lokasi yang kini menjadi tempat mengabdi 71 orang abdi dalem Kraton Kasunanan Surakarta,
yakni Pasarean Imogiri, Pasarean Kotagede, dan Makam Pangeran Pekik. Honor insentif yang mereka terima tidaklah sama.

"Berdasarkan tingkat kepangkatannya masing-masing," tutur Erlina.

Lantaran honor ini adalah yang pertama yang dicairkan Disbud DIY, Erlina baru menganggarkannya selama setahun saja. Bahkan untuk termin pertama, honor dibayarkan dalam bentuk rapelan selama empat bulan. Dari total Rp148 juta, honor tertinggi untuk abdi dalem selama empat bulan sekitar Rp7 juta. Sedangkan honor terendah mencapai Rp1,2 jutaan.