SABDA RAJA : Bicara Sabda Raja, Sultan Teringat Masa Reformasi

Raja Kraton Yogyakarta, Sultan Hamengku Buwono X di dampingi Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas (dua kanan di Dalem Wironegaran, Jogja, Jumat (8/5/2015). Pertemuan dengan puluhan perwakilan masyarakat Jogja tersebut Sultan HB X menjelaskan lebih terperinci tentang Sabda Raja dan Dawuh Raja beberapa waktu lalu. (Gigih M. Hanafi/JIBI - Harian Jogja)
20 Mei 2015 16:21 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Sabda Raja mengingatkan Raja Kraton Ngayogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X pad amasa reformasi

Harianjogja.com, JOGJA-Raja Kraton Ngayogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X meyakini keputusannya mengeluarkan Sabda Raja dan Dawuh Raja akan membawa dampak positif yang lebih besar baik untuk Kraton maupun untuk masyarakat.

Sultan menyadari apa yang dilakukannya mesti menimbulkan pro dan kontra. Namun ia tak mempersoalkannya, meski yang kontra itu merupakan adik-adiknya sendiri.

"Bagi saya enggak ada masalah," kata Sultan dalam audiensi dengan jajaran pimpinan redaksi Harian Jogja di Kepatihan, Selasa (19/5/2015).

Gubernur DIY ini mengungkapkan, saat mengeluarkan Sabda Tama pada 1997 lalu atau saat reformasi, banyak pihak menentangnya, termasuk dari adik-adiknya sendiri. Saat itu keputusan Sultan sianggap akan membahayakan kelangsungan Kasultanan Ngayogyakartan karena melawan Presiden Soeharto.

Namun Sultan bergeming dan tetap mengeluarkan Sabda Tama dan bergabung bersama rakyat di Alun-alun. Terbukti sehari setelah Sabda Tama, Soeharto tumbang. Saat itu diakui Sultan, tidak ada satu pun adik-adiknya yang ikut menemaninya.