TARI TRADISIONAL : Panjidur Langen Kridotomo, Simbol Semangat Juang Generasi Muda

21 Mei 2015 11:20 WIB Rima Sekarani Kulonprogo Share :

Tari tradisional panjidur langen kridotomo dipentaskan saat kebangkitan nasional.

Harianjogja.com, KULONPROGO-Tari Panjidur Langen Kridotomo memeriahkan peringatan hari kebangkitan nasional tahun 2015 di Alun-Alun Wates, Kulonprogo, Rabu (20/5/2015). Tarian andalan Kecamatan Nanggulan tersebut dimainkan sebelum upacara dimulai pagi itu.

Tari Panjidur Langen Kridotomo dipentaskan oleh 20 orang penari asal Dusun Jambon, Desa Donomulyo, Nanggulan.

“Kami cuma berlatih selama tiga hari karena pemberitahuan untuk memeriahkan upacara ini juga mendadak,” kata sang pelatih tari, Suhari Ratmoko.

Tabuhan jidor bersama rebana dan beberapa alat musik lainnya mengiringi para penari laki-laki berkostum ala prajurit Jawa.

“Ini selaras dengan hari kebangkitan nasional. Tari Panjidur Langen Kridotomo menggambarkan semangat juang anak muda yang harus ikut menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” papar Suhari.

Sementara itu, Wakil Bupati Kulonprogo, Sutedjo mengatakan, peringatan hari kebangkitan nasional diharapkan mampu mengangkat kembali nilai

kebersamaan, persatuan, dan kesatuan bangsa. Rasa bangsa dan cinta tanah air harus dijunjung tinggi demi menghadapi segala tantangan.

Menurut Sutedjo, jiwa nasionalisme merupakan landangan dasar yang harus dipelihara dan dikuatkan dalam melaksanakan berbagai program pembangunan.

“Kita dituntut menegakkan nilai-nilai demokrasi dan mempererat persaudaraan untuk mempercepat terwujudnya bangsa yang maju dan sejahtera,” paparnya.

Sutedjo menambahkan pembangunan mental dan karakter bangsa masih menjadi salah satu prioritas dalam program pembangunan Indonesia.

“Pembangunan mental dan karakter tidak cukup hanya di jajaran birokrasi pemerintah, melainkan juga seluruh komponen masyarakat,” ujar Sutedjo menegaskan.

Peringatan hari kebangkitan nasional juga bisa dijadikan momen mengenang kembali semangat perjuangan para pendiri bangsa. Semangat yang seakan tidak pernah padam itu diharapkan menjadi motivasi bagi masyarakat saat ini. Meski demikian, kebangkitan nasional harus diwujudkan dalam kerja nyata.

“Buka sekadar pengembangan wacana, kita juga harus bekerja lebih keras,” kata Sutedjo.

Upacara peringatan hari kebangkitan nasional diikuti berbagai kalangan masyarakat di Kulonprogo. Di antaranya anggota forum komunikasi pimpinan

daerah (Forkompinda), kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), TNI dan Polri, serta ratusan mahasiswa dan pelajar.