LALU LINTAS KULONPROGO : Rawan Kecelakan, Rambu Tengkorak Dipasang

Ilustrasi (JIBI/Harian Jogja - Dok)
08 Juli 2015 21:20 WIB Kulonprogo Share :

Lalu Lintas Kulonprogo yang rawan kecelakaan ditandai dengan rambu tengkorak.

Harianjogja, KULONPROGO – Rambu peringatan mandiri dipasang di sepanjang jalan Wates-Jogja KM1 di Dusun Gunung Gempal, Desa Giripeni, Wates.

Menurut Ketua Kelompok Pemuda Parasan Dusun Gunung Gempal, Desa Giripeni Erwan Sukendar, pemasangan rambu peringatan mandiri bergambar tengkorak merupakan ajakan kepada para pengendara agar lebih berhati-hati melalui jalan rawan kecelakaan.

“Wilayah ini sering sekali terjadi kecelakaan. Jadi kami berinisiatif untuk membuat tanda peringatan agar para pengendara lebih hati-hati saat melintasi jalan ini,” ujar Erwan ditemui disela pemasangan rambu, Selasa (7/7/2015).

Erwan mengungkapkan, tanda peringatan tersebut dibuat secara sederhana menggunakan tripleks atau kayu lapis. Kayu lapis tersebut kemudian dilukis oleh beberapa pemuda dari Gunung Gempal. Erwan menegaskan, gambar yang dilukis berwujud tengkorak namun, tidak ditampilkan dengan gambar yang seram.

Lebih lanjut Erwan mengatakan, ada 15 rambu yang dipasang, baik yang berada di utara jalan, maupun yang berada di selatan jalan. Dia berharap, rambu peringatan tersebut dapat membantu para pengguna jalan dan pengendara kendaraan bermotor untuk lebih berhati-hati, terutama para pemudik yang sebentar lagi akan banyak melintasi jalan nasional tersebut.

“Apalagi di sini kurang penenerangan dan ada tikungan tajam. Seringkali pengemudi lalai dan mengemudikan kendaraannya dengan kencang. Kami juga berharap semoga pemerintah juga segera menambah penerangan untuk wilayah ini,” jelas Erwan.

Teguh Paino, salah satu seniman Kulonprogo yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut mengamini, daerah tersebut sangat rawan kecelakaan. Sudah sering kecelakaan terjadi dan banyak warga sekitar yang menjadi korban akibat ketidakhati-hatian para pengemudi.

Ketua Kelompok Perupa Kulonprogo tersebut menegaskan, upaya yang dilakukan tersebut, semata-mata bukan untuk menyidir siapapun. Aksi yang dilakukan itu merupakan bentuk kepedulian warga setempat terhadap para pengguna jalan dan juga pemudik yang akan melintasi jalan utama itu.

“Gambar yang saya lukis yakni gambar tengkorak dengan tulang disilangkan yang dimaknai sebagai simbol bahaya. Harapannya, gambar ini dapat membantu dan bermanfaat bagi para pengguna jalan,” imbuh Teguh.

Wakijan, salah satu pengguna jalan yang melintas mengaku setuju dengan usaha yang dilakukan oleh para pemuda. Secara inisiatif, tanda peringatan dibuat dan dipasang semata-mata untuk membantu para pengguna jalan dan mengurangi potensi kecelakaan.

“Saya setuju sekali dengan apa yang dilakukan mereka. Selama itu juga tidak mengganggu, tidak masalah,” ujar Wakijan.