ALUN-ALUN UTARA JOGJA : Penataan Ditarget Selesai Sebelum 17 Agustus

Harian Jogja/Gigih M. HanafiJalan menuju Alun-alun Utara ditutup dengan tali agar tidak digunakan parkir kendaraan pariwisata, Senin (21 - 10). Menjelang pernikahan anak Raja Yogyakarta pada 21/23 Oktober mendatang sejumlah lokasi mulai dibersihkan.
28 Juli 2015 23:20 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Alun-alun utara Jogja ditata, ditargetkan selesai sebelum 17 Agustus

Harianjogja.com, JOGJA-Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menginginkan penataan Alun-alun Utara (AAU) bisa selesai sebelum 17 Agustus mendatang. Hal itu dikatakan oleh Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) DIY, Tavip Agus Rayanto di Komplek Kepatihan, Senin (27/7/2015).

"Pak Gubernur memberikan deadline sebelum 17-an Agustus penataan harus sudah selesai, sebenarnya itu juga yang ditagih Bu Ratu [GKR Hemas]." Kata Tavip.

Tavip mengatakan penataan AAU perlu dipercepat, terlebih saat ini ruang terbuka yang ada depan Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat tersebut mulai kumuh lagi. Saat libur lebaran, beberapa waktu lalu, AAU sempat menjadi lahan parkir sementara kendaraan wisatawan, dan para pedagang kaki lima (PKL) berjualan.

Ia mengakui memang penataan AAU karena harus terintegrasi dengan kawasan Malioboro. Namun demikian, penataan AAU segera selesai dalam waktu dekat. "Karena sudah mulai kumuh lagi," ucap Tavip.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Sumber Daya Mineral (DPUP-ESDM), Rani Sjamsinarsi mengatakan pembangunan infrastruktur di AAU memang belum sepenuhnya selesai. Rehab bangunan cagar budaya di sisi timur AAU saat ini masih dalam proses pengerjaan.

Namun, Rani menyatakan, sebagian infrastruktur yang sudah selesai bisa langsung digunakan untuk sementara supaya progres penataan AAU bisa diketahui masyarakat, "Seperti gerobak semi permanen untuk PKL yang sudah selesai pengerjaannya bisa dimanfaatkan," kata Rani.

Ihwal digunakannya AAU sebagai lokasi parkir saat libur lebaran, Rani mengaku minimnya koordinasi. Menurut Rani, sudah ada tim percepatan pembangunan lima sumbu filosofi Jogja, yakni Kraton, Pura Pakualam, Malioboro, Kotagede, Kotabaru dan Makam Imogori.

Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Umar Priyono menyatakan rehab bangunan cagar budaya pekapalan akan selesai pada Oktober mendatang. "Penataan PKLnya saya kira sudah selesai, tinggal bangunan pekapalan bisa sambil berjalan," ucap Umar.