DEMO MAHASISWA JOGJA : Mahasiswa Mengaku Dipukul Polisi, Ini Jawaban Polres Sleman

Anggota LBH Jogja menunjukan luka di tubuh mahasiswa akibat tindakan oknum polisi saat mengamankan unjuk rasa saat ada Forum Rektor Indonesia di UNY. (Ujang Hasanudin/JIBI - Harian Jogja)
01 Februari 2016 18:21 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Demo mahasiswa Jogja yang dilakukan Sabtu lalu berujung laporan salah satu mahasiswa yang merasa dianiaya polisi

Harianjogja.com, SLEMAN- Kasat Reskrim Polres Sleman Ajun Komisaris Polisi Sepuh Siregar mengatakan dalam pengamanan unjuk rasa di UNY pada Sabtu (30/1/2016) lalu, aparatnya sudah sesuai standar kepolisian.

Pernyataan ini menanggapi sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Nasional Pendidikan (GNP) Jogja yang mengadu ke Lembaga Bantuan Hukum (LBH), Senin (1/2/2016). Mereka mengaku dipukuli oknum polisi saat melakukan unjuk rasa di kampus Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) pada Sabtu (30/1/2016) sore.

Sepuh Siregar mengungkapkan aparatnya menangkap karena pengunjuk rasa dinilai sudah melakukan pengrusakan. Dalam unjuk rasa, satu kendaraan peserta Forum Rektor Indonesia (FRI) dirusak.

Namun demikian 28 mahasiswa yang ditangkap statusnya masih saksi, "Semua masih saksi, malam itu juga sudah kami pulangkan," kata Sepuh saat dihubungi melalui sambungan telepon.

Sepuh mempersilahkan jika mahasiswa yang ditangkap merasa dirugikan dan melapor ke Propam. "Melaporkan itu hak mereka, yang jelas kami sudah sesuai prosedur," tandas Sepuh.