KAMPUS JOGJA : Penelitian Inovatif UGM Bakal Difasilitasi Menteri BUMN

Tim peneliti UGMS saat berjumpa dengan Presiden Joko Widodo (JIBI/Harian Jogja - dok. UGM)
02 Februari 2016 00:20 WIB Mediani Dyah Natalia Sleman Share :

Kampus Jogja UGM terus mengupayakan cara membumikan hasil penelitian.

Harianjogja.com, SLEMAN-Hasil penelitian inovatif yang dilahirkan peneliti, dosen maupun mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) akan diproduksi secara massal.

Rektor UGM, Dwikorita Karnawati beserta tim penelitian UGM  mendapat kesempatan bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Hotel Manohara, Borobudur, Jumat (29/1/2016) petang. Kedatangan Presiden beserta rombongan ke Jawa Tengah dan DIY saat itu adalah menggelar rapat kerja serta membuka Konferensi Forum Rektor Indonesia (FRI) 2016.

Di hadapan Presiden, Rektor UGM menegaskan kembali posisi UGM sebagai universitas perjuangan dengan spirit socio-entrepreneur. Dwikorita mengaku selalu mengingatkan kepada para peneliti UGM untuk tidak hidup dalam lamunannya sendiri namun tetap menjadi menara air.

UGM disebutnya gencar mendorong para dosen dan mahasiswanya untuk mendesain penelitian yang dapat langsung diterapkan oleh masyarakat, pemerintah dan pasar. Langkah ini diyakini dapat menggantikan sekaligus mengurangi produk impor. Menurut dia, sebagai pusat unggulan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek), UGM telah melakukan reformasi, antara lain perombakan paradigma “arogansi akademik” menjadi “kearifan akademik”.

“Konsep westernisasi sebagai simbol kemajuan dan kemapanan, menjadi paradigma inovasi membumi yang didedikasikan untuk kepentingan insani dan tumbuh dari akar budaya Nusantara,” katanya.

Dari pertemuan ini, Presiden akhirnya menginstruksikan Menteri BUMN segera memfasilitasi proses hilirisasi hasil penelitian inovatif UGM dapat segera diproduksi massal. Adapun penelitian yang diprioritaskan seperti produk kesehatan, energi terbarukan, produk agro serta produk bio-composite untuk material konstruksi.