VIRUS ZIKA : Warga DIY Diimbau Tak Panik Virus Zika

Penanggulangan virus Zika di Kolombia (Reuters)
06 Februari 2016 01:21 WIB Redaksi Solopos Jogja Share :

Virus zika yang menghebohkan dunia, tidak perlu membuat panik warga di Jogja

Harianjogja.com, JOGJA- Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta meminta masyarakat tidak panik terhadap pemberitaan mengenai virus zika meski tetap melakukan upaya kewaspadaan.

Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Masalah Kesehatan Dinkes DIY Daryanto Chadorie di Yogyakarta, Kamis, mengatakan, Dinkes DIY telah menggelar pembahasan khusus mengenai virus zika dengan seluruh dinas kesehatan kabupaten/kota pada Rabu (3/2/2016).

Hasil koordinasi itu, kata dia, merekomendasikan agar tetap melakukan pencegahan virus zika, dengan cara yang sama dengan pencegahan demam berdarah dengue (DBD).

"Pencegahannya sama persis dengan DBD," kata dia, seperti dikutip dari Antara.

Dia mengatakan, gejala klinis virus zika merupakan perpaduan antara DBD dan chikungunya. Bagi pasien yang terjangkit virus itu akan mengalami demam tinggi, mual, kepala pening, mata kemerahan, serta nyeri sendi.

Menurut dia, efek dari virus itu masih lebih ringan jika dibandingkan DBD yang justru mematikan bagi penderitanya.

Adapun isu mengenai korelasi efek virus itu terhadap ibu hamil dengan kelahiran bayi menderita microcephaly atau penyusutan otak, menurut dia, hingga kini masih sebatas dugaan.

"Hingga sekarang belum ada hasil penelitian yang resmi dan valid mengenai korelasi virus zika dengan microcephaly," kata dia.

Sementara itu, guna mencegah kemungkinan virus itu terbawa oleh para wisatawan mancanegara, Dinkes DIY telah berkoordinasi dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) kelas IV Jogja agar mengarantina wisatawan mancanegara yang terdeteksi positif virus zika.

"Karena bisa ditularkan melalui nyamuk yang kemungkinan menyedot darah orang yang positif terjangkit virus zika," kata dia.