MUSIM HUJAN : Kacang Harus Dijemur, Harga Tetap Stabil

Petani mencabuti kacang tanah saat panen di lahan perkebunan kawasan Bendo, Blitar, Jawa Timur, Minggu (23/8/2015). Harga kacang tanah di tingkat petani di daerah tersebut naik hingga Rp10.700/kg dari sebelumnya hanya berkisar Rp10.000/kg. (JIBI/Solopos/Antara - Irfan Anshori)
12 Februari 2016 18:54 WIB Bernadheta Dian Saraswati Jogja Share :

Musim hujan, hasil panen kacang sulit dikeringkan, namun harga di pasar tetap stabil

Harianjogja.com, JOGJA-Harga bahan pangan berupa biji-bijian di Pasar Kranggan terpantau stabil meski terdampak musim hujan. Meski harus menjemur dalam waktu cukup lama, tidak berpengaruh pada harga di pasaran.

Kacang tanah misalnya, hingga Jumat (12/2/2016) masih stabil di kisaran Rp24.000 per kg. Sementara untuk kacang tanah dengan kualitas sedang yang butirannya lebih kecil dan sedikit berkeriput dijual dengan harga Rp22.000 per kg.

Salah satu pedagang bernama Rita mengatakan, hasil panen kacang tanah pada musim hujan cenderung basah sehingga perlu dijemur dalam waktu lama. “Kalau panenan pas kering itu barangnya bagus. Tidak perlu dijemur lama,” ungkapnya, Jumat.

Harga stabil juga dialami biji-bijian lainnya. Kacang hijau dijual Rp20.000 per kg, kedelai impor Rp9.000 per kg, kacang merah Rp20.000 per kg, dan kacang tolo dijual Rp15.000 per kg.

Untuk kedelai impor, Rita mengatakan harga saat ini termasuk stabil meski harganya masih tinggi. Ia bisa saja menjual kedelai di bawah Rp9.000 per kg jika ia mengambil barang dalam jumlah kuintalan.

Sayangnya, selama berjualan di Pasar Kranggan, ia hanya mampu mengambil 10kg. “Ambil di Beringharjo cuma 10 kg. Kalau kuintalan seperti pembuat tempe itu ya harga per kilo bisa di bawahnya,” ungkapnya.