OFF ROAD : Diikuti 500 OffRoader, IOX 2016 Start di DIY

Panitia saat melakukan pengecekan salah satu mobil peserta IOX 2016 di halaman PKKH, Jumat (12/2) siang. (Arief Junianto/JIBI - Harian Jogja)
13 Februari 2016 18:20 WIB Arief Junianto Sleman Share :

Off road expedition, rute kali ini antara Jakarta-Surabaya

Harianjogja.com, SLEMAN-Sukses menggelar Indonesia Off-Road Expedition (IOX) 2015 dengan menempuh rute Jakarta-Surabaya, tahun ini mereka kembali menggelar acara serupa dengan mengambil start di DIY. Menempuh jarak lebih dari 1.500 km, sebanyak 105 mobil off-road akan menjajal medan-medan ekstrim dari DIY hingga finish di halaman Garuda Wisnu Kencana (GWK), Bali.

Ketua Panitia IOX 2016 Sri Hascaryo menjelaskan, secara keseluruhan,  IOX 2016 akan start Sabtu (13/2/2016) di halaman Pergelaran Keraton Yogyakarta. Selama 16 hari, sebanyak 500 orang off-roader akan mengarungi beraneka medan,  mulai perkotaan, jalur cepat, hingga hutan belantara yang penuh dengan tanjakan dan turunan.

“Total, event itu kami gelar dari 13-28 Februari. Finishnya di Bali,” kata Cahyo, sapaan akrabnya saat menggelar jumpa pers di Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjosumantri (PKKH), Jumat (12/2/2016) siang.

Ia menjelaskan, untuk gelaran yang diberikannya tajuk 5th Anniversary Event ini, pihaknya sengaja menggabungkan beberapa tema. Tak hanya petualangan ekstrim saja, dalam gelaran event kali ini, pihaknya juga memasukkan beberapa unsur lain, seperti misalnya pariwisata, religi, pendidikan, sosial, lingkungan hingga kebudayaan.

“Contohnya, di basecamp pertama, kami memilih kawasan Candi Borobudur,” timpalnya.

Berbeda dengan gelaran IOX sebelumnya, kali ini pihaknya tidak menggenjot mobil peserta dengan tantangan ekstrim sejak basecamp I-XV. Di kilometer-kilometer awal, peserta akan lebih banyak dihadapkan pada medan-medan datar saja. Peserta akan lebih banyak menikmati suguhan lokasi-lokasi pariwisata saja.

Barulah ketika rute memasuki Jember, peserta akan dihadapkan pada medan-medan ekstrim. Mulai dari hutan belantara hingga tanjakan curam harus dilalu oleh satu per satu peserta hingga garis finish di halaman GWK, Bali. “Inilah kenapa, kami memilih Yogyakarta sebagai titik start,” katanya.

Tak hanya itu, event IOX 2016 juga akan diikuti oleh mobil off road keluaran terbaru dari PT Garansindo Inter Global selaku ATPM resmi Jeep Indonesia. Mobil tersebut adalah Wrangler JK Rubicon berjenis dua pintu.

Antusiasme juga ditunjukkan oleh salah satu peserta IOX 2016, Roesmanhadi. Sejak 2012, mantan Kapolri era Presiden Gus Dur sudah aktif mengikuti IOX. Hobinya bergiat di dunia off road memang membawanya sebagai salah satu peserta aktif di IOX.

Terlebih kali ini, dirinya terlihat antusias lantaran aktivitas IOX kali ini jauh lebih beragam. Diakuinya, dengan mengikuti IOX, ia lebih berasa sebagai off-roader sejati. Pasalnya, dibandingkan dengan beberapa event off-road lainnya, memang hanya IOX yang menyuguhkan rute-rute ekstrim dan menantang. “Jadi saya baru sah mengaku sebagai off roader setelah ikut IOX,” katanya.

Seperti IOX tahun-tahun sebelumnya pula, pihak penyelenggara kali ini kembali memberikan ruang kepada para rider melalui kategori Dirt Bike. Kategori itu yang rencananya akan diikuti oleh 67 riders itu nantinya akan menempuh jarak yang lebih panjang ketimbang kategori utama off road. “Jika off road jarak tempuhnya 1.500 km, untuk Dirt Bike akan menempuh jarak 1.700 km,” kata Dirt Bike Coordinator, Teddy Wibowo.

Ia menambahkan, untuk gelaran Dirt Bike tahun ini akan diikuti oleh rider putri yang bernama Ninis Syaiful asal Tenggarong. Menurutnya, hal ini jelas kehormatan tersendiri bai IOX. Pasalnya, hingga kini masih sangat jarang rider putri yang berani turun di nomor off road.